Lombok dalam sehari: Menjelajahi indahnya Bukit Merese dan Desa Adat Sade.


liburan lombok
Liburan ke lombok dalam sehari

Banyak orang berpendapat bahwa Lombok adalah the next Bali. Lombok memiliki banyak Pantai biru yang begitu indah, beberapa pegunungan nan mempesona, dan juga deretan savana yang menakjubkan seakan menjadikan Lombok sebagai surga baru di timur Pulau Bali. bagi kamu yang ingin traveling ke Lombok, tak perlu khawatir harus mengeluarkan banyak uang, karena berwisata di Lombok, masih bisa dibilang relatif terjangkau.

Akses ke Lombok, bisa dibilang mudah, karena Lombok sudah memiliki bandara internasional selain itu jika berangkat dari Bali ada alternative jalur laut yang lebih murah namun tentunya memakan waktu jauh lebih lama. Sesampainya di bandara Internasional Lombok, kamu bisa singgah ke warung Balap Puyung di daerah Praya. Kamu harus mencoba mencicipi makanan di warung legendaris tersebut. Untuk masalah harga tidak mahal, cukup 25 ribu Rupiah saja. Dan jika kamu pecinta pedas jangan lupa mencicipi menu khas plecing kangkung dan ayam taliwang, salah satu yang paling terkenal enak adalah Lesehan Taliwang Irama yang telah memiliki beberapa cabang di wilayah Lombok. 

ayam taliwang bakar

plecing kangkung lombok

Atau buat kamu pengemar sate, Lombok memiliki sate khas beranama sate bulayak, sate ini hampir sama dengan sate madura yang berukuran kecil, yang membedakan hanya pada lontongnya. karena lontongnya dibungkus dengan menggunakan daun aren dengan bentuk spiral. Cara membukanya pun unik karena harus mengikuti ulir daun arennya. Sedangkan satenya menggunakan daging sapi, jeroan maupun daging ayam yang sudah dipadukan dengan sambal khas suku Sasak.


Sate Bulayak Lombok dengan bumbu dan lontongnya yang unik 

Jika minggu ini kamu berniat liburan ke Lombok namun hanya memiliki waktu yang terbatas, maka ada beberapa tempat yang wajib dan bisa kamu kunjungi sekaligus dalam satu hari. Karena waktu yang singkat tentunya opsi paling cepat dari Bali menuju Lombok adalah lewat udara, waktu tempuh penerbangan mulai dari 15 menit sampai 45 menit tergantung maskapai yang kamu pilih. Nah tips dari kita jika kamu memilih tiket atau hotel untuk liburan ke Lombok, coba gunakan applikasi booking Traveloka biasanya harganya jauh lebih murah daripada direct booking dan jika beruntung kamu bisa mendapatkan harga diskon/promo yang hampir setengah dari public rates-nya.  Lebih praktis lagi Traveloka juga menyediakan Paket Liburan ke Lombok dimana kamu bisa booking hotel dan pesawat sekaligus dengan harga yang jauh lebih murah dibanding booking terpisah seperti pengalaman kami saat berlibur ke Lombok minggu lalu, karena booking hotel dan tiket sekaligus hasilnya kami mendapatkan harga hotel yang jauh lebih murah dari harga aslinya. Waktu itu kami menginap di Golden Palace Hotel Lombok dengan kamar Junior suite, public price kala itu diatas satu juta tapi kita dapat final rate 35% lebih murah.   

Penerbangan dari Bali menuju Lombok yang paling awal akan sampai sekitar jam 10 pagi, jadi dari bandara kamu bisa langsung berkunjung ke Desa Sade dan Bukit Marese serta dilanjutkan ke Suranadi lalu berkeliling untuk wisata kuliner atau menikmati suasana kota dan malam di Lombok. Ketiga tempat diatas akan membuat liburan kamu di Lombok makin menyenangkan dan memberikan pengalaman tak terlupakan dengan daya tariknya yang berbeda-beda.



Desa Adat Sade - Lombok, Bangunan rumah dengan atap yang masih tradisional



Desa Sade

Selain kuliner dan menikmati pesona alam di Lombok, tak ada salahnya untuk mengunjungi perkampungan suku asli Lombok di Desa Sade, Keunikan Desa Sade Lombok merupakan salah satu Desa dengan penduduk asli Pulau Lombok yaitu Suku Sasak. Daya tarik lainnya terletak pada bangunan tempat tinggal penduduk desa yang masih sangat tradisional dengan beratapkan ijuk, kuda-kuda dari bambu yang disambung tanpa paku serta lantainya masih berupa tanah, mereka menyebut bangunan tersebut dengan nama Bale yang terdiri dari beberapa jenis (Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah) sesuai dengan fungsinya masing-masing. 

Selain Tenun, Anyaman merupakan kerajinan lain dari Desa Adat Sade

Langit biru dengan matahari yang sedikit menyengat diatas Desa Adat Sade

Desa yang masih menyimpan adat istiadat dan kebudayaan suku asli pulau Lombok ini, sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun macanegara.

Desa Sade Lombok terletak di Desa Rambita, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Letaknya tak jauh dari Bandara Internasional Lombok. Hanya sekitar 30 menit Kamu sudah bisa mencapai tempat ini.
Desa di Lombok ini hanya memiliki sekitar 152 kepala keluarga. Sebagai suku asli sasak yang tinggal di Lombok Tengah, mereka memegang teguh tradisi sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya Kabupaten Lombok Tengah.


Bagian dalam rumah di Desa Sade dengan 3 anak tangga yang mewakili kepercayaan penduduknya.

Tradisi yang hingga kini masih melekat di desa ini adalah tradisi kawin lari dan hal ini juga berpengaruh terhadap bentuk dan tata letak bangunan rumah. Pintu masuk pertama atau terdepan selalu dibuat rendah tujuannya agar orang merunduk ketika masuk, hal ini mungkin sebagi simbol bahwa kita menghormati si pemilik rumah. Di bagian ruang pertama bangunan selalu terdapat tangga dengan tiga undakan menuju ruang utama, undakan ini mewakili kepercayaan masyarakat Sade yaitu Anemisme, Hindu dan Muslim. Ruang utama biasanya difungsikan sebagai kamar bagi remaja putri, tempat memasak dan sembahyang sementara sang orangtua akan tidur di ruang pertama yang terletak di depan ruang utama untuk menjaga si putri agar tidak kawin lari. 


Pohon di bagian tengah itu merupakan tempat janjian dimana pasangan yang akan kawin lari bertemu.

Satu lagi hal yang menarik dari desa ini yang mungkin tidak akan bisa kita temukan di tempat lain adalah cara masyarakatnya dalam merawat bangunan rumah. Penduduk desa sade menggunakan kotoran kerbau untuk mengepel lantai, pengepelan ini dilakukan sekitar dua kali seminggu. Konon katanya cara ini ampuh untuk melindungi dari nyamuk.


Salah seorang warga desa sade yang sedang melalukan proses pemintalan benang untuk menenun.

Masyarakat desa sade dengan kesehariannya.

Selain berinteraksi dengan penduduk, kamu bisa belajar menenun kain. Warga Desa Sade, khususnya yang perempuan memiliki keahlian untuk menenun kain secara tradisional mulai dari pemintalan kapas menjadi benang hingga proses menenun yang menghasikan kain tenun Lombok nan cantik. Kamu bisa melihat dan belajar langsung dari ahlinya.



Ini bukan sumba atau pulau komodo, ini adalah bukit marese di Lombok Selatan


Bukit Marese

Bukit Marese sebenarnya bukan destinasi wisata yang baru. Meskipun demikian, masih jarang wisatawan yang mengunjungi tempat yang satu ini. Padahal dari tempat ini kamu bisa menyaksikan indahnya suasana senja yang ditemani deburan suara ombak yang bisa menyejukkan hati. Kamu pun tidak akan menyesal saat mengunjungi tempat yang satu ini. 


Birunya laut dan langit dari atas bukit marese - lombok
kesalahan datang kesini siang hari , matahari diatas bukit marese begitu menyengat

Bukit Merese atau warga setempat menyebutnya Merisik yang artinya bukit gundul. Disebut gundul karena tidak ditemui pepohonan di atasnya, hanya satu buah pohon di ujung barat bukit yang oleh para pengunjung sering disebut Pohon Galau.

Terik tak mampu mengalahkan keindahan pemandangan di atas bukit marese

sekali lagi ini bukan pulau komodo tapi bukit marese dengan langit dan lautnya yang cantik.

Bukit Merese terletak di wilayah Lombok bagian selatan dan masih satu kawasan dengan Pantai Tanjung Aan di wilayah Kuta Lombok. Dari Kota Mataram berjarak sekitar dua jam perjalanan sedangkan dari Bandara Internasional Lombok hanya berjarak sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Menaiki bukit ini cukup mudah, dari tempat parkir kendaraan kamu tinggal jalan kaki sekitar sepuluh menit untuk sampai ke atas. Bagian atas bukit sangat luas dan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian. Masing-masing bagian menawarkan view yang berbeda-beda.

Tips dari kami datanglah kesini pagi hari sebelum jam 10 atau sore hari saat matahari sudah bersahabat, karena siang hari disini begitu terik namun langit dan lautnya jadi terlihat lebih biru mempesona.



Taman pemandian suranadi

Suranadi

Tidak hanya di Bali, tapi di Lombok kamu bisa dengan mudah menemukan banyak Pura. Pura-pura di Lombok mayoritas dibangun pada abad ke-18. Setiap pura memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda. Jika Kamu berkunjung ke Pura Suranadi, Kamu akan menemukan karakteristik pura ini. yaitu lima pancuran suci. Kelima pancuran ini bersumber dari gunung Rinjani. Dari kelima pancuran tersebut pura ini memiliki julukan Pura Panca Tirta.

Menurut legenda, pancuran suci ini berhubungan dengan seorang penyebar agama Hindu dari India yang bernama Dang Hyang Nirarta. Ia menyebarkan ajaran Hindu mulai dari Jawa, Bali, dan kemudian ke Lombok hanya dengan berjalan kaki. Ia selalu membawa sebuah tongkat. Saat mencapai Lombok, ia dan rombongannya sampai ke kawasan Suranadi. Di kawasan ini mereka beristirahat empat kali. Dan setiap beristirahat, Dang Hyang Nirlata menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluarlah air yang bersih. Demikian empat dari lima pancuran tercipta.

Wisata alam suranadi
Memasuki area Pura Suranadi, Kamu akan menemui tiga area yang terbagi. Yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. Utama Mandala merupakan tempat yang paling suci, karena di pura inilah umat Hindu memanjatkan doa. Tidak semua orang boleh masuk ke Utama Mandala. Sedangkan dua tempat yang lain digunakan untuk aktivitas selain berdoa. Uniknya, Nista Mandala dan Madya Mandala letaknya dipisahkan oleh Jalan Wisata Suranadi.

Setelah membersihkan diri di Pura Suranadi, Kamu bisa mengunjungi Taman Pemandian Suranadi yang berada di sebelah Selatan pura. Air di kolam utamanya berasal dari mata air. Jika Kamu ingin merasakan kesegaran di bawah pancuran, Kamu bisa menuju ke Pancuran Sembilan. Pacuran Sembilan ini mengalir dari sungai kecil yang berada di sebelah Barat taman.


menyusuri jalan setapak di dalam hutan lindung di kawasan wisata alam suranadi

Di dekat areal pura ini juga terdapat kawasan wisata hutan lindung yang bernama Wisata Alam Suranadi. Seperti namanya tempat ini berupa hutan dengan jalan setapak dan beberapa bangunan kecil di dalamnya, ada jembatan yang membentang diatas sungai dengan air yang jernih. Seusai jalan-jalan dan membersihkan diri kamu bisa mengisi perut dengan sate belayak dan sajian khas sasak lainnya di warung-warung yang berada di dekat areal parkir.

Jadi tunggu apa lagi, liburan nanti kamu wajib menjadikan Lombok sebagai destinasi liburan kalian.







3 komentar :

  1. KUEREENNNNN BUANGET, kak :D
    Duhh, moga2 tiket pesawat Surabaya-Lombok jadi murce abis Lebaran.
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank u sudah mampir kesini mb, ah iya mudah mudahan aja nih harga tiket domestik bersahabat jd bisa liburan murah ya

      Hapus
  2. Wah seru bangeettt! Lombok selalu jadi destinasi teratas yang ingin aku kunjungi, sayang belum sempat-sempat nih. Untung ada tulisan ini, jadi bisa tambah-tambah informasi sebelum ke sana. Terima kasih. :D

    BalasHapus

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih

Copyright © Sashy Little Kitchen: Home Cooking and Food Traveller. Designed by Sashy Little Kitchen