Selasa, 27 September 2016

Pengalaman Seru Masak Bareng Chef William Wongso di Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Siapa sih yang tak kenal nama William Wongso, salah satu pakar kuliner Indonesia yang tersohor tak hanya di dalam negeri  tapi juga hingga ke manca negara. Pengalaman panjang chef William Wongso di ranah kuliner telah membawa beliau berkeliling ke berbagai penjuru dunia guna mengenalkan hidangan-hidangan khas Indonesia. 


Nah hari Minggu kemarin saya merasa beruntung sekali karena mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung aksi beliau memasak dalam sebuah live cooking demo yang diselenggarakan oleh Arsana Bali Restaurant. Arsana Bali sendiri merupakan sebuah restaurant di kawasan Seminyak yang baru buka di awal tahun 2016 dengan mengusung hidangan Indonesia sebagai menu utamanya.

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak


Tak hanya muncul untuk meramaikan industri kuliner di kawasan Seminyak, Arsana Bali juga memfokuskan diri untuk menghadirkan masakan khas Indonesia dengan kualitas rasa dan bahan-bahan terbaik serta penyajian yang istimewa. Dengan sentuhan tangan dingin Chef William Wongso sebagai salah satu pemilik dari restaurant ini tentunya mampu  menjadikan Arsana Bali berada di jajaran restaurant dengan kualitas hidangan yang tak perlu diragukan lagi. 

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak


Kembali ke acara live cooking demo kemarin, dalam event ini juga hadir para foodblogger dan foodies instagram yang sudah sangat populer di Bali seperti Foodcious, Foodie God Island dan masih banyak yang lainnya. Sebuah kehormatan tersendiri bagi saya karena bisa bergabung dengan mereka yang selama ini hanya saya kenal via sosial media. 

Dalam acara ini Chef William Wongso menghadirkan lima jenis hidangan, mulai dari appetizer hingga desserts; menu-menu tersebut antara lain sup komoh, rujak kuah pindang, nasi goreng mengkudu, cumi hitam pekalongan dan pisang salju yang merupakan salah satu sajian penutup yang ditawarkan di restaurant ini. 

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak


Sebagai pembuka, chef membuat rujak kuah pindang yang agak berbeda dari rujak kuah pindang pada umumnya. Jika selama ini kita mengenal rujak kuah pindang dibuat dari campuran kuah pindang atau kaldu ikan  yang dihasilkan dari proses perebusan/pengukusan ikan bersama garam dan daun kedondong, maka kali ini rujak kuah pindangnya dibuat dengan menggunakan fish sauce atau kecap ikan. Fish sauce sendiri dihasilkan dari proses fermentasi ikan dan garam yang kemudian di pres untuk mendapatkan sari-sarinya. Menurut chef penggunaan fish sauce dilakukan agar kwalitas bahan-bahan yang dipakai dalam sajian ini lebih higienis. Isian dari rujak ini juga tergolong unik karena tak hanya berisikan buah-buahan seperti mangga muda dan jeruk bali (pomelo) tapi juga dicampur dengan irisan kecipir rebus,  kecombrang, kacang tumbuk  dan daun corriander. Makin membuat aromanya sedap dan kaya rasa. Hasil akhir dari rujak ini sudah bisa ditebak, enak, seger dan aromanya tak sekuat aroma kuah pindang biasa. 

rujak kuah pindang



Selanjutnya chef membuat sup komoh yang merupakan salah satu hidangan khas Bali. Komoh adalah sebutan untuk kuah atau sup bening yang biasanya disajikan sebagai pendamping lawar. Kali ini chef membuat komoh dengan menggunakan bebek, dimana untuk komohnya sendiri hanya dipakai bagian tulang bebeknya saja dengan cara direbus agak lama guna mendapatkan kaldu yang gurih. Sementara daging bebeknya diolah untuk dibuat bakso dengan campuran bengkoang cincang agar mendapatkan texture yang lembut dengan sensasi crunchy. Yang paling menarik dari sajian ini adalah penggunaan kedondong untuk isian soup, daging buah kedondong muda digunakan untuk memberikan rasa asam segar dalam soup komoh. Saya sendiri sama sekali tidak pernah membayangkan untuk memasukkan buah kedondong dalam masakan, biasanya hanya menggunakan daunnya saja untuk proses membuat kuah pindang atau dicampur untuk memberikan rasa asam dalam pepes ikan. Untuk penyajiannya sendiri, chef meletakkan buah kendondong yang diiris memanjang di dalam mangkok saji bersama dengan bakso daging bebek, kemudian diberi siraman kuah komoh dan taburan bawang goreng, seledri serta tak ketinggalan kulit bebek yang digoreng kering. Bagi yang suka pedas disediakan juga irisan cabe rawit untuk menambah lengkap kenikmatan dari sup komoh ini. Musim hujan begini rasanya sup komoh ini benar-benar pas untuk disajikan. 

chef william wongso

soup komoh

soup komoh bakso bebek

Tanpa istirahat, Chef William Wongso langsung melanjutkan untuk membuat hidangan yang ketiga yaitu nasi goreng mengkudu. Awalnya saya kira buah mengkudu yang digunakan untuk membuat nasi goreng ternyata yang dipakai adalah daunnya. Satu lagi hidangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Selain berkhasiat sebagai obat ternyata daun mengkudu juga bisa diolah menjadi masakan dan menurut chef daun ini juga sering digunakan sebagai campuran pepes. Sebelum dicampurkan kedalam nasi goreng, daun mengkudu diiris tipis kemudian digoreng terlebih dahulu. Nasi goreng ini menggunakan bumbu kuning sebagai bumbunya sehingga nasi yang dihasilnya berwarna kuning mirip nasi kuning namun dengan texture lebih kering. Melalui demo ini saya jadi tahu banyak kesalahan yang saya biasa buat ketika memasak nasi goreng, seperti telur harus digoreng dahulu untuk mendapatkan aroma yang lebih wangi sebelum nantinya dicampur kedalam nasi atau udang digoreng sebentar sampai setengah matang lalu minyaknya digunakan untuk menggoreng nasi jadi aroma udang akan terserap oleh nasi. Untuk hasilnya, nasi gorengnya enak dan gurih banget padahal chef sama sekali tidak menggunakan msg didalam masakannya. Satu lagi tips dari chef yaitu untuk selalu mencicipi hidangan yang dibuat secara bertahap sehingga kita bisa tau tahap-tahap rasa yang dihasilkan serta takaran bumbu-bumbu yang harus ditambakan. 

nasi goreng mengkudu

Menu keempat yaitu cumi hitam Pekalongan merupakan salah satu resep yang ada dalam buku terbarunya Chef William Wongso yang berjudul Flavors of Indonesia: William Wongso's Culinary Wonders. Penggunaan tinta cumi dalam hidangan ini menjadikan warna bumbu cuminya hitam pekat, alhasil tampilannya jadi tak secantik hidangan-hidangan sebelumnya tapi seperti kata orang bahwa hidangan yang nikmat tak selalu berwujud dalam tampilan yang cantik atau enak dipandang. Keseluruhan bumbu dalam hidangan ini diiris tanpa diulek, dalam deretan bumbunya ada bawang merah, bawang putih, cabe, daun salam, sereh, dan yang paling penting lengkuas. Keseluruhan bumbu dan rempah daun ini ditumis perlahan untuk menghilangkan aroma langu sebelum akhirnya dicampur dengan santan kental. Setelah itu bumbu dan santan dimasak perlahan dengan api kecil agar santannya matang baru kemudian tinta cumi dimasukkan untuk memberi rasa gurih dan warna yang pekat. Air ditambahkan perlahan lalu dimasak hingga kuahnya berkurang sedikit baru cumi dimasukkan dan dimasak lagi dengan api kecil sampai matang. Ternyata penggunaan api besar dan panas yang tinggi bisa menyebabkan cumi mengkerut. Dengan proses memasak yang perlahan ini menghasilkan bumbu-bumbu yang matang sempurna, dengan wangi yang maksimal serta daging cumi yang empuk dan lembut. Memang benar makanan enak tak selalu enak dilihat buktinya si cumi hitam ini, biar hitam tapi rasanya nikmat banget. 

Flavors of Indonesia: William Wongso's Culinary Wonders
cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan


cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

Nah tibalah kita pada menu terakhir, pisang salju yang merupakan kreasi dari Chef Lambok yang juga chef di Arsana Bali. Prinsipnya hidangan penutup ini dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Chef memilih pisang kepok sebagai bahan utama dibanding jenis pisang lain karena pisang kepok dibagian luar dan dalam daging pasti memiliki rasa yang sama-sama manis, berbeda dengan pisang raja yang kadang diluarnya manis tapi didalamnya masih sepet / kelat. Pisang hanya di fan friend hingga bagian luarnya coklat keemasan lalu disajikan dengan siraman sauce berhahan tepung hungkwe dan santan. Nah bagian tricky dari sajian ini adalah takaran pencampuran bahan cair dan tepung agar menghasilkan saus dengan kekentalan yang pas, tidak terlalu kental atau tidak terlalu cair. 

pisang salju

pisang salju

pisang salju

Seluruh undangan yang hadir mendapatkan kesempatan mencicipi semua hidangan yang didemokan, rasanya pulang dari sini perut langsung kenyang dan penuh dengan pengalaman seru serta hal-hal baru, ditambah lagi bisa bertemu dengan chef ternama serta teman-teman yang berpengaruh di dunia foodblogger di Bali pada khusunya. Oh ya selain Chef William Wongso , hadir juga mba Chika Arnan dan suami selaku owner dari Arsana Bali serta mba Vita Datau yang merupakan ketua dari Akademi Gastronomi Indonesia. 

Live cooking demo with chef william wongso at the arsana bali - seminyak


Jika tak ada halangan, kedepannya Arsana Bali berencana untuk melaksanakan kegiatan live cooking demo seperti ini secara berkelanjutan dengan menghadirkan guest chef yang berbeda disetiap eventnya. Sukses selalu untuk Arsana Bali dan Chef William Wongso, terimakasih banyak untuk undangan dan pengalaman seru nya. 

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ARSANA BALI - SEMINYAK 
Alila Seminyak. Jl. Taman Ganesha No. 9,
Petitenget, Kerobokan Kelod Seminyak, Bali - Indonesia 80361
Phone : +62-361 3023888
Email :  hello@arsanabali.com

Website : http://arsanabali.com/
Opening Hour : 11 am - 10 pm

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca selengkapnya

Kamis, 22 September 2016

Ayam Panggang Sambel Cabe Ijo



Sambel cabe ijo aka sambel lado mudo adalah salah satu varian sambel yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Kita sering kali menemukan sambel ini di setiap rumah makan Padang bersanding dengan sambel merah dan sambel bumbu rendang. Nah beberapa waktu yang lalu saya iseng banget pengen nyoba bikin sambel cabe ijo sendiri , awalnya mau dipakai buat nemenin makan bebek goreng tapi ternyata sampai hari ini nggak ketemu penjual daging bebek mentahan hehehe. Jadi apa boleh buat sambel cabe ijonya dimakan bareng dada ayam yang dipanggang aja, masih tetep endes kok. Yang mau nyoba berikut ini saya tuliskan kembali resepnya ya. Resep asli sambel cabe ijonya hasil nyontek dari blognya mba Endang Just Try and Taste 



RESEP AYAM PANGGANG SAMBEL CABE IJO 
Bahan-Bahan Sambal Cabe Ijo


  • 15 butir tomat hijau, belah menjadi 4 bagian
  • 5 butir cabai hijau besar, potong menjadi 3 bagian
  • 20 butir cabai rawit hijau
  • 5 butir bawang merah
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 1/2 sendok teh garam atau sesuai selera
  • 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Cara membuat Sambel cabe ijo :
    1. Masukkan tomat, cabai dan bawang merah, ke dalam panci, tambahkan air hingga bahan terendam. Rebus sebentar hingga agak lunak. Tiriskan.
    2. lumatkan bahan sambal, kita bisa menggunakan food processor atau ulek kasar dengan cobek biasa. Tidak perlu terlalu halus, sambal cabai hijau biasanya teksturnya agak sedikit kasar.
    3. Siapkan wajan, beri 3 sendok makan minyak goreng. Tumis sambal hingga tidak terlihat terlalu basah, tambahkan garam, air jeruk nipis, kaldu bubuk dan gula pasir. Aduk rata dan cicipi rasanya. Angkat

    Bahan Ayam Panggang :
    • 2 buah dada ayam tanpa tulang 
    • merica secukupnya
    • garam secukupnya 


    Cara Membuat Ayam Panggang:

      1. Potong dada ayam menjadi 4 bagian atau sesuai selera, cuci bersih.
      2. Lumuri potongan daging ayam dengan merica dan garam, diamkan sekitar 10 menit.
      3. Panaskan wajan beri 1 sendok makan minyak oles merata diwajan kemudian panggang ayam dengan api kecil ke sedang sampai ayam matang dan sisi-sisinya berwarna kecoklatan
      4. Setelah matang angkat dan tata diatas piring saji kemudian sirang dengan sambel cabe ijo yang sudah disiapkan sebelumnya. Selamat mencoba




        Baca selengkapnya

        Rabu, 21 September 2016

        Nyobain steak yang 18 tahun melegenda di OZT Cafe and Steakhouse International Bali


        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.





        Bagi yang tinggal di Bandung atau sering main ke Bandung pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama OZT Cafe. Steak house yang satu ini memang sudah melegenda lebih dari 18 tahun lamanya. Muncul di pertengahan tahun 1998, OZT Cafe berhasil mengukuhkan eksistensi dan menjaga kualitas hidangan serta pelayanannya dengan baik, sehingga tak mengherankan bila mereka bisa bertahan dan menjadi salah satu steak house favorit di Bandung sampai saat ini.

        Nah kabar baiknya, beberapa waktu yang lalu sekitaran bulan Mei 2016, OZT Cafe resmi melebarkan sayapnya ke pulau dewata Bali. Jadi bagi foodies yang tinggal di Bali, kini bisa turut menikmati enaknya olahan steak ala OZT Cafe tanpa perlu pergi jauh-jauh ke Bandung dulu. Cukup pergi ke kawasan Kuta , tepatnya di lantai 2 Toko Eiger di jalan Sunset Road No.20, maka kita bisa mencoba aneka sajian steak yang pastinya menggugah selera.


        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.


        Lokasinya yang berada di kawasan jalan utama Sunset road menjadikan OZT Cafe mudah ditemukan. Satu hal yang membedakan OZT Cafe Bali dengan OZT Cafe Bandung adalah adanya menu baru yang khusus hanya dijual di outlet Bali saja yaitu Pork Ribs. Menurut sang empunya cafe, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan selera pasar, dimana mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu yang notabene boleh makan babi. Nah bagi foodies yang doyan Pork ribs yuk mampir dan cobain enaknya pork ribs ala OZT Cafe. 

        Saya sendiri sebenernya bisa dibilang telat banget tau info kalau OZT buka di Bali, padahal openingnya bulan Mei tapi saya baru tahu dan bisa kesana di bulan Juli heheheh (anggap aja masih belum telat-telat banget). Itu juga taunya karena dapet info dari salah satu temen foodblogger di Jakarta yang bilang kalo OZT Cafe buka di Bali. Reaksi pertama langsung heboh seneng karena setelah sekian lama cuman bisa nelen liur ngiler berat liat postingan foto-foto steak di OZT Cafe Bandung sekarang tiba-tiba dapet info kalo  bisa nyobain steak yang sama di Bali. Tanpa menunggu lama akhirnya kita langsung nyamperin cafe yang dimaksud.

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.

        Begitu memasuki areal gedung, yang pertama terlihat adalah tas dan jacket Eiger  yang menggoda iman maklum karena lokasi cafenya berada satu bangunan dengan salah satu outlet Eiger terbesar di Bali. Naluri perempuan yang doyan cuci mata itu memang susah dihilangkan, karena nggak tahan dengan pemandangan di lantai satu akhirnya kamipun ngider-ngider dulu sambil cuci mata ngeliatin ransel-ransel dan jacket kece. Takut godaan makin besar, kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan naik ke lantai atas dimana lokasi cafe berada. 

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.

        Tempatnya nyaman dengan lantai kayu yang membuat suasanya jadi homey banget, pencahayaannya juga bagus dan nggak begitu panas walaupun kita datangnya siang hari. Begitu memilih meja dan duduk, salah satu staffnya langsung datang menghampiri meja kami. Senyum ramah dan suara bersahabat mempersilahkan kami untuk memilih menu bahkan tak keberatan untuk menjelaskan sedikit detail dari menu yang kami tanyakan. Ah saya selalu suka dengan tempat yang memiliki pelayanan ramah begini, karena selalu bisa menciptakan mood yang bagus sebelum ketemu makanan. Kadang saya beranggapan bukan masalah besar jika makanannya biasa-biasa saja atau agak mahal asal pelayannannya baik dan nggak jutek atau bikin dongkol. Ada yang sependapat dengan saya ?

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.


        Kala itu kami memesan 500 grams pork ribs yang disajikan dengan dua optional side dish yang bisa kita pilih sendiri. Side dishnya berupa sayuran (green salad dan sauted vegetables) atau karbo seperti french fries dan mashed potato. Untuk harga satu porsi pork ribs seberat setengah kilo ini dibanderol seharga Rp. 130.000, harga yang sesuai dengan rasa dan porsi yang didapat. Dari segi kualitas rasa, seperti yang sudah saya duga hidangan yang disajikan disini memang tidak perlu diragukan lagi. Pork ribsnya empuk dengan bumbu yang meresap hinga ke bagian dalam. Nah bagi yang suka agak pedas, boleh kok untuk request supaya bumbu atau sausnya sedikit lebih spicy dari serving normalnya. Ukuran pork ribs yang ditawarkan disini ada tiga jenis, yaitu 300 gram (85k), 500 gram (130k) serta 1000 gram alias 1 kilo yang dijual seharga 230 k (ini cocok buat kalian yang mau sharing atau doyan banget sama pork ribs).
        Baca selengkapnya

        Selasa, 20 September 2016

        Dendeng Balado

        Dendeng Balado

        Balado adalah teknik memasak khas Minangkabau dengan cara menumis cabe giling dengan berbagai rempah, biasanya bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk. Berbeda dengan kebanyakan sambal yang di sajikan dengan cara di cocol atau di celup, Balado ini agak unik karena disajikan setelah dimasak lagi dengan bahan utama lainnya seperti daging, teri, telur, terong, tempe atau dendeng daging seperti yang saya buat ini. 

        Warna merah menyala dan berminyak merupakan ciri khas dari Balado yang didapatkan dari penggunaan cabai merah keriting dalam jumlah yang lumayan banyak. Bagi penikmat pedas tentunya balado bisa menjadi salah satu pilihan menu bersantap yang menggugah seler. Yuk bikin dendeng balado sendiri !

        Dendeng Balado
        Dendeng Balado

        Resep Dendeng Balado 
        Resep by Femina 



        Bahan:
        • 1 kg daging paha (gandik) sapi utuh
        • Air untuk merebus
        • 2 sdt garam
        • Minyak untuk menggoreng

        Bumbu perendam, aduk:
        • 250 ml  air
        • 6 siung bawang putih, haluskan
        • 6 buah jeruk nipis, ambil airnya
        • 1 sdm merica bubuk
        • ½ sdm garam 

        Balado:
        • 12 butir bawang merah
        • 6 siung bawang putih
        • 12 buah cabai merah besar
        • 200 g tomat merah
        • 100 ml minyak untuk menumis
        • 1 sdt merica bubuk
        • 1 sdt garam
        • 1  sdt gula pasir
        • ½ sdt cuka masak

        Cara Membuat:
        1. Rebus daging bersama air dan garam di atas api kecil hingga ¾ matang. Angkat, tiriskan. Sisihkan 100 ml kaldu untuk menumis.
        2. Iris daging setebal 1 cm. Memarkan hingga tipis. Aduk bersama bumbu perendam. Biarkan hingga bumbu menyerap (± 30 menit).
        3. Goreng daging dalam minyak banyak dan panas hingga daging kering. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
        4. Balado: Tumbuk kasar bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.
        5. Panaskan minyak, tumis bumbu kasar bersama merica, garam, gula, dan cuka hingga matang dan harum. Angkat.
        6. Susun daging di atas piring saji. Siram dengan saus balado, sajikan.
        Untuk 6 porsi
        Baca selengkapnya

        Senin, 19 September 2016

        Foodtruck Coconut Mania - Jajan Cilok dan Es Kelapa Muda Duren yang Super Endes

        es kelapa muda aneka rasa


        Belakangan ini foodtruck muncul sebagai alternative tren kuliner yang mulai banyak dilirik vendor maupun konsumen. Di beberapa kota besar di Indonesia foodtruck bahkan sudah berhasil mencuri perhatian konsumen dan menggaet pelanggan setianya sendiri, sebut saja Jakarta Food Truck, Loco Mama atau Retro Gourmet yang lumayan berkibar di ibu kota. 

        foodtruck coconut mania


        Nah Ternyata semakin kesini tren foodtruck ini tak hanya berkembang pesat di ibu kota tapi juga sudah menjalar hingga ke Bali. Walaupun tak seramai pemain di Jakarta dan Bandung, beberapa foodtruck sudah mulai muncul dan berkembang di kawasan kota Denpasar, Ubud dan Kuta. Sebagian besar dari mereka menawarkan hidangan quickbites atau comfort food seperti burger, taco dan sejenisnya. Diantara kemunculan sekian banyak vendor dengan sistem foodtruck, ada satu yang menarik perhatian saya namanya Foodtruck Coconut Mania. 

        es kelapa muda aneka rasa

        Dari namanya saja pasti sudah terbayang kan apa yang dijual ? tentunya nggak akan jauh-jauh dari yang namanya coconut atau kelapa. Memang tepat sekali, menu utama yang dijual disini adalah es kelapa muda dengan aneka rasa mulai dari durian, melon hingga leci dan tak ketinggalan mereka juga menawarkan cilok; jajanan khas Bandung yang kenyal-kenyal dan bikin nagih itu. 

        Berbeda dari penjual es kelapa muda di kios-kios pinggir jalan, Coconut Mania menghadirkan varian baru dari es kelapa muda dengan menggunakan buah-buahan asli bukan hanya sekedar sirup atau perasa. Disamping itu produk yang dijual juga dikemas dengan lebih hygienis dan bersih. Jika kita ingin membeli untuk dibawa pulang kemasan esnya dilengkapi dengan sealed plastik yang membuatnya aman untuk dibawa dan anti tumpah. 

        es kelapa muda susu duren

        es kelapa muda susu lychee

        es kelapa muda susu melon


        Berbagai varian es kelapa muda tentunya bisa menjadi pilihan yang tepat ketika cuaca terik menyengat seperti belakangan ini, apalagi Bali makin hari makin hot saja. Nah bagi yang mau nyobain silahkan deh mampir ke Coconut Mania, trus cobain aneka es kelapa mudanya yang pasti bikin adem dan endes banget terutama es kelapa muda durennya. Perpaduan es kelapa muda dengan susu dan daging durian asli tentunya menciptakan sensasi makan es kelapa muda yang lebih spesial. Sementara bagi penggemar lychee wajib nyobain es kelapa muda susu lychee dengan isian buah lychee asli atau cobain juga es kelapa muda susu melon yang tentunya dilengkapi dengan serutan buah melon yang banyak. Bagi foodies yang tetep doyan  es kelapa muda rasa original, tenang saja disini juga masih disediakan es kelapa muda yang hanya disajikan dengan campuran sirup gula dan jeruk nipis serta es batu untuk menambah kesegarannya.
        Baca selengkapnya