Jumat, 30 September 2016

Singapore Culinary Trip with Panasonic Cooking Part 2


Hari ini iseng baca-baca artikel lama lalu nggak sengaja sampai ke artikel lima bulan lalu tentang perjalanan saya ke Singapura bersama Panasonic Cooking. Ternyata oh ternyata saya masih punya hutang lanjutan artikel dan itu sudah berlalu selama lima bulan. Duh ini memory otak makin lama makin parah ya, pikunnya sudah mulai parah. Anyway supaya nggak kelupaan lagi, hari ini saya mau posting lanjutan cerita hari kedua dan ketiga kami di Singapura. 

Dimulai dari hotel, pagi hari jam 9 waktu setempat sesuai dengan janjian kemarin malamnya saya dan mba Dhea sudah siap-siap mau turun ke lobby untuk memulai perjalanan kuliner kita hari itu. Setelah turun ternyata Dedy belum ada di lobby, kita tungguin sampai setengah jam tapi belum nongol juga, akhirnya kita naik lagi ke kamar untuk nyariin dia tapi ternyata dianya sudah nggak ada di kamar. Setelah sejam berlalu akhirnya baru keingetan kalau dia bilang mau sarapan, jadi kita memutuskan nyusul ke restaurant dan ternyata dia masih disana, asik ngobrol sembari nungguin kita berdua. Jadi ceritanya selama hampir dua jam kita saling tunggu, yang dua nunggu di lobby dan yang satu di restaurant hahahha. 

Okelah setelah semua anggota lengkap, kita turun lagi ke lobby dan langsung di jemput oleh Bpk. Mohhamad. Tujuan pertama hari itu adalah ke kawasan China Town sekalian melewati Haji lane, little India dan mampir ke tempat beli oleh-oleh. Karena masih pagi beberapa tempat masih belum buka, jadi kita memutuskan mampir dulu ke salah satu toko coklat yang kebetulan searah. Sayangnya disana nggak boleh ambil foto jadi nggak ada foto lokasinya sama sekali. Puas belanja oleh-oleh coklat, kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke Mustafa Centre. 


MUSTAFA CENTER  
(145 Syed Alwi Rd, Singapore 207704)

Yang sering ke Singapura pasti sudah familiar sekali dengan tempat ini, berlokasi di Syed Alwi Road-Little India, Mustafa Centre dikenal sebagai pusat perbelanjaan terlengkap yang buka selama 24 jam setiap hari. Jadi dengan kata lain toko yang satu ini tak pernah tutup, itulah yang menjadikan Mustafa Center menjadi salah satu tempat belanja yang paling ramai dikunjungi wisatawan selain karena harganya yang katanya lebih murah dari tempat lain di Singapura.  Apa pun yang kita cari sepertinya semua tersedia di tempat ini. Mulai dari aneka pakain, elektronik, parfum, sepatu, rempah-rempah, peralatan olaraga, gadget bahkan barang-barang branded juga tersedia disini. Tapi sama seperti toko coklat tadi, disini pengunjung tidak diizinkan memotret bagian dalam Mustafa Center. 

Setelah puas naik turun ke semua lantai yang ada di Mustafa Center, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Chinatown. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah bersejarah di Singapura. Terletak di bagian Selatan Singapura, Chinatown bisa dikatakan sebagai sebuah perpaduan antara masa lalu dan masa kini. Di sepanjang jalan dan gangnya kita bisa melihat deretan toko-toko souvenir tradisional serta toko dan cafe modern yang saling berdampingan. 


CHINATOWN & BUDDHA TOOTH RELIC TEMPLE
(288 S Bridge Rd, Singapore 058840)

Di kawasan ini juga terdapat sebuah kuil yang dikenal dengan nama Buddha Tooth Relic Temple. 
Kuil ini merupakan kuil Buddha bergaya Dinasti Tang Tiongkok yang menjadi bagian baru yang ditambahkan pada distrik Chinatown kuno, dibangun pada tahun 2007 tempat ini berhasil menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. 

Usai berjalan-jalan di kawasan Chinatown yang unik, haripun sudah menjelang siang dan tentunya  sudah menjelang jam makan siang. Tanpa buang waktu kamipun langsung pergi menuju ke tujuan berikutnya yaitu makan siang di Bread Street Kitchen. Cafe kece ini adalah salah satu cafe milik chef terkenal Gordon Ramsay yang berlokasi di areal Marina Bay Sand-Singapore. Bisa makan ditempat seperti ini merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya.


Chinatown - Singapore
Chopstick shop at Chinatown - Singapore

Chinatown - Singapore
Buddha Tooth Relic Temple , Chinatown - Singapore
Aneka kue tradisional vegetarian di Chinatown - Singapore
Souvenir Chinatown - Singapore
Pertemuan sisa masa lalu dan modern


BREAD STREET KITCHEN 
(Bay Level, L1-81 The Shoppes at Marina Bay Sands, Singapore 018956)

Perjalanan menuju tempat ini lumayan terasa agak jauh, begitu memasuki kawasan Marina Bay Sand kami langsung mencari-cari lokasi cafe yang kami tuju itu. Setelah melihat-lihat papan penunjuk arah kamipun sampai ke lokasi tujuan, cafe ini berada di Bay Level, L1-81 the Shoppes Kawasan  Marina Bay Sands. Meskipun siang hari tempat ini sudah penuh dengan pelanggan dan kami kehabisan tempat duduk di meja biasa. Akhirnya karena sudah terlanjur sampai disana, kami memutuskan untuk duduk di meja bar dengan pemandangan teluk Marina dibelakang kami. 

Menu Cover Bread Street Kitchen - Singapore

Melihat menu dan harganya, rasanya wow banget kalau harus bayar sendiri, untungnya kesini ditraktir full sama Panasonic Cooking jadi bisa makan puas dengan hati tenang hahahha. Oke lanjut ke menu, saya dan mba Dhea langsung memilih untuk pesen menu sharing. Kita memesan Traditional Fish and Chips  yang disajikan bersama kacang polong yang dihancurkan serta saus tartar. Sesuai dengan harganya, fish and chipsnya memang enak, adonan kulitnya mengembang dan garing sementara daging ikannya lembut dan benar-benar gurih. Biasanya texture kulit yang seperti ini dihasilkan dari pengggunaan beer di dalam adonannya. 
Baca selengkapnya

Rabu, 28 September 2016

Red Bean Flatbread (Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)

Red Bean Flatbread (Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)

Siapa bilang bikin roti harus punya oven? nyatanya ada banyak sekali resep roti yang bisa dibuat dan di panggang tanpa menggunakan oven seperti flatbread ini salah satunya. Roti pipih dengan isian pasta kacang merah ini saya buat hanya dengan dipanggang diatas pan anti lengket. Hasilnya tetep jadi roti yang enak buat sarapan atau bekal makan siang. 

Resep adonan rotinya bisa pakai resep andalan masing-masing tapi disini saya pakai resep killer soft bread dari victoria bakes. Belakangan saya sering pakai resep ini karena step by stepnya paling simple dan hasil rotinya tetap lembut dan empuk. Pasta kacang merahnya saya beli yang sudah jadi ya karena bikin sendiri lumayan butuh waktu hehehehe.

Berikut ini saya tuliskan resepnya siapa tau ada yang mau nyoba bikin juga.

Red Bean Flatbread (Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)

Red Bean Flatbread (Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)

Red Bean Flatbread (Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)


Resep Red Bean Flatbread 
(Roti Pipih Isi Pasta Kacang Merah Tanpa Oven)

Bahan-Bahan :

  • 260 gr tepung terigu protein tinggi 
  • 30 gr gula pasir  (saya pakai 50 gram)
  • 3 gr ragi instan 
  • 1 butir telur yang ditambah susu cair hingga berat 160-180 gr(saya pakai 190 gram)
  • 30 gr butter / margarin 
  • sejumput garam 
  • 1 sdm susu bubuk  

Bahan Isian :
  • Pasta kacang merah / anko (bulatkan)

Cara Membuat :
  1. Campurkan tepung terigu, gula pasir, susu bubuk dan ragi instan hingga tercampur rata.
  2. Masukkan campuran telur dan susu, uleni hingga kalis kemudian tambahkan butter dan garam. Uleni kembali hingga kalis dan elastis. 
  3. Bagi adonan (saya timbang @50 gr), diamkan selama 10 menit. pipihkan dan beri isian pasta kacang merah kemudian bulatkan lagi. 
  4. Lakukan hingga semua adonan habis
  5. Panaskan pan anti lengket dengan api kecil
  6. Panggang roti satu persatu dalam pan sambil di tekan-tekan supaya pipih, biarkan roti agak mengembang. Panggang sampai matang. Ulangi hingga semua roti habis. 
  7. Roti ini paling enak dinikmati ketika hangat. 
  8. Selamat mencoba


Baca selengkapnya

Seblak Baso yang Pedas Menggigit

Seblak Baso yang Pedas Menggigit

Edisi rasa penasaran yang telat banget ... setelah sekian lama seblak ini ngehits dan booming tapi saya baru nyoba bikin sekarang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Penasaran nyoba karena liat Stellernya mba Ning dengan resep dan foto-foto seblaknya yang menggoda. Oh ya bagi yang belum tau seblak adalah salah satu makanan khas Sunda yang terbuat dari kerupuk aci yang direndam air panas kemudian dibumbui dengan bumbu yang pedas mengigit. 

Seblak Baso yang Pedas Menggigit


Biasanya Seblak ini dicampur dengan aneka sumber protein seperti telur, daging, maupun sari laut dan yang saya bikin ini Seblak dengan campuran bakso dan bumbu extra pedas, cabenya udah 15 tapi masih nggak keliatan merah juga hahahhaha. Yang khas dari Seblak ini selain texturenya yang kenyal-kenyal gurih, penggunaan kencur didalam bumbunya menciptakan wangi yang khas dan katanya bisa meredam rasa panas dari penggunaan cabe yang banyak. Yuk yang doyan pedes silahkan dicoba. Seblak dengan extra cabe ini emang bener pas buat ngilangin sakit kepala atau setengah meler seperti saya sekarang ini 😁✌✌ 



Seblak Baso yang Pedas Menggigit



RESEP SEBLAK BASO 
(Resep dari Femina)

Bahan:
  • 100 g kerupuk sagu mentah, (sy pke krupuk udang kecil yg direbus)
  • 2 sdm minyak sayur
  • 6 butir bakso sapi, iris tipis
  • 1 butir telur ayam, kocok lepas
  • 1 batang bawang daun, iris halus
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt kaldu bubuk rasa ayam
  • 50 ml air

Bumbu, haluskan:
  • 10 buah cabai rawit merah (saya pakai 15)
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kencur
  • 2 butir bawang merah

Taburan:
  • Bawang merah goreng (nggak pakek)

Cara Membuat:

  1. Rendam kerupuk dalam air panas hingga kenyal (± 10 menit), tiriskan. Sisihkan. (saya pakai kerupuk udang jadi kerupuknya saya rebus supaya lunak, kalo hanya direndam nggak mempan)
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bakso sapi dan kerupuk yang sudah direndam, aduk rata.
  3. Tuang telur kocok, aduk cepat hingga berserabut. Tambahkan bawang daun, garam, dan kaldu bubuk, aduk rata.
  4. Tuang air, masak sejenak hingga semua bahan matang. Angkat. Sajikan dengan bahan taburan. 




 


Baca selengkapnya

Selasa, 27 September 2016

Pengalaman Seru Masak Bareng Chef William Wongso di Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Siapa sih yang tak kenal nama William Wongso, salah satu pakar kuliner Indonesia yang tersohor tak hanya di dalam negeri  tapi juga hingga ke manca negara. Pengalaman panjang beliau di ranah kuliner telah membawanya berkeliling ke berbagai penjuru dunia guna mengenalkan hidangan-hidangan khas Indonesia. 


Nah hari Minggu kemarin saya merasa beruntung sekali karena mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung aksi beliau memasak dalam sebuah live cooking demo yang diselenggarakan oleh Arsana Bali Restaurant. Arsana Bali sendiri merupakan sebuah restaurant di kawasan Seminyak yang baru buka di awal tahun 2016 dengan mengusung hidangan Indonesia sebagai menu utamanya.

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak


Tak hanya muncul untuk meramaikan industri kuliner di kawasan Seminyak, Arsana Bali juga memfokuskan diri untuk menghadirkan masakan khas Indonesia dengan kualitas rasa dan bahan-bahan terbaik serta penyajian yang istimewa. Dengan sentuhan tangan dingin Chef William Wongso sebagai salah satu pemilik dari restaurant ini tentunya mampu  menjadikan Arsana Bali berada di jajaran restaurant dengan kualitas hidangan yang tak perlu diragukan lagi. 

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak
 Vita Datau, Chef William Wongso dan Grant Wiryadinata

Kembali ke acara live cooking demo kemarin, dalam event ini juga hadir para foodblogger dan foodies instagram yang sudah sangat populer di Bali seperti Foodcious, Foodie God Island dan masih banyak yang lainnya. Sebuah kehormatan tersendiri bagi saya karena bisa bergabung dengan mereka yang selama ini hanya saya kenal via sosial media. 

Dalam acara ini Chef William Wongso menghadirkan lima jenis hidangan, mulai dari appetizer hingga desserts; menu-menu tersebut antara lain sup komoh, rujak kuah pindang, nasi goreng mengkudu, cumi hitam pekalongan dan pisang salju yang merupakan salah satu sajian penutup yang ditawarkan di restaurant ini.
Baca selengkapnya

Kamis, 22 September 2016

Ayam Panggang Sambel Cabe Ijo



Sambel cabe ijo aka sambel lado mudo adalah salah satu varian sambel yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Kita sering kali menemukan sambel ini di setiap rumah makan Padang bersanding dengan sambel merah dan sambel bumbu rendang. Nah beberapa waktu yang lalu saya iseng banget pengen nyoba bikin sambel cabe ijo sendiri , awalnya mau dipakai buat nemenin makan bebek goreng tapi ternyata sampai hari ini nggak ketemu penjual daging bebek mentahan hehehe. Jadi apa boleh buat sambel cabe ijonya dimakan bareng dada ayam yang dipanggang aja, masih tetep endes kok. Yang mau nyoba berikut ini saya tuliskan kembali resepnya ya. Resep asli sambel cabe ijonya hasil nyontek dari blognya mba Endang Just Try and Taste 



RESEP AYAM PANGGANG SAMBEL CABE IJO 
Bahan-Bahan Sambal Cabe Ijo


  • 15 butir tomat hijau, belah menjadi 4 bagian
  • 5 butir cabai hijau besar, potong menjadi 3 bagian
  • 20 butir cabai rawit hijau
  • 5 butir bawang merah
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 1/2 sendok teh garam atau sesuai selera
  • 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Cara membuat Sambel cabe ijo :
    1. Masukkan tomat, cabai dan bawang merah, ke dalam panci, tambahkan air hingga bahan terendam. Rebus sebentar hingga agak lunak. Tiriskan.
    2. lumatkan bahan sambal, kita bisa menggunakan food processor atau ulek kasar dengan cobek biasa. Tidak perlu terlalu halus, sambal cabai hijau biasanya teksturnya agak sedikit kasar.
    3. Siapkan wajan, beri 3 sendok makan minyak goreng. Tumis sambal hingga tidak terlihat terlalu basah, tambahkan garam, air jeruk nipis, kaldu bubuk dan gula pasir. Aduk rata dan cicipi rasanya. Angkat

    Bahan Ayam Panggang :
    • 2 buah dada ayam tanpa tulang 
    • merica secukupnya
    • garam secukupnya 


    Cara Membuat Ayam Panggang:

      1. Potong dada ayam menjadi 4 bagian atau sesuai selera, cuci bersih.
      2. Lumuri potongan daging ayam dengan merica dan garam, diamkan sekitar 10 menit.
      3. Panaskan wajan beri 1 sendok makan minyak oles merata diwajan kemudian panggang ayam dengan api kecil ke sedang sampai ayam matang dan sisi-sisinya berwarna kecoklatan
      4. Setelah matang angkat dan tata diatas piring saji kemudian sirang dengan sambel cabe ijo yang sudah disiapkan sebelumnya. Selamat mencoba




        Baca selengkapnya

        Rabu, 21 September 2016

        Nyobain steak yang 18 tahun melegenda di OZT Cafe and Steakhouse International Bali


        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.





        Bagi yang tinggal di Bandung atau sering main ke Bandung pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama OZT Cafe. Steak house yang satu ini memang sudah melegenda lebih dari 18 tahun lamanya. Muncul di pertengahan tahun 1998, OZT Cafe berhasil mengukuhkan eksistensi dan menjaga kualitas hidangan serta pelayanannya dengan baik, sehingga tak mengherankan bila mereka bisa bertahan dan menjadi salah satu steak house favorit di Bandung sampai saat ini.

        Nah kabar baiknya, beberapa waktu yang lalu sekitaran bulan Mei 2016, OZT Cafe resmi melebarkan sayapnya ke pulau dewata Bali. Jadi bagi foodies yang tinggal di Bali, kini bisa turut menikmati enaknya olahan steak ala OZT Cafe tanpa perlu pergi jauh-jauh ke Bandung dulu. Cukup pergi ke kawasan Kuta , tepatnya di lantai 2 Toko Eiger di jalan Sunset Road No.20, maka kita bisa mencoba aneka sajian steak yang pastinya menggugah selera.


        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.


        Lokasinya yang berada di kawasan jalan utama Sunset road menjadikan OZT Cafe mudah ditemukan. Satu hal yang membedakan OZT Cafe Bali dengan OZT Cafe Bandung adalah adanya menu baru yang khusus hanya dijual di outlet Bali saja yaitu Pork Ribs. Menurut sang empunya cafe, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan selera pasar, dimana mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu yang notabene boleh makan babi. Nah bagi foodies yang doyan Pork ribs yuk mampir dan cobain enaknya pork ribs ala OZT Cafe. 

        Saya sendiri sebenernya bisa dibilang telat banget tau info kalau OZT buka di Bali, padahal openingnya bulan Mei tapi saya baru tahu dan bisa kesana di bulan Juli heheheh (anggap aja masih belum telat-telat banget). Itu juga taunya karena dapet info dari salah satu temen foodblogger di Jakarta yang bilang kalo OZT Cafe buka di Bali. Reaksi pertama langsung heboh seneng karena setelah sekian lama cuman bisa nelen liur ngiler berat liat postingan foto-foto steak di OZT Cafe Bandung sekarang tiba-tiba dapet info kalo  bisa nyobain steak yang sama di Bali. Tanpa menunggu lama akhirnya kita langsung nyamperin cafe yang dimaksud.

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.

        Begitu memasuki areal gedung, yang pertama terlihat adalah tas dan jacket Eiger  yang menggoda iman maklum karena lokasi cafenya berada satu bangunan dengan salah satu outlet Eiger terbesar di Bali. Naluri perempuan yang doyan cuci mata itu memang susah dihilangkan, karena nggak tahan dengan pemandangan di lantai satu akhirnya kamipun ngider-ngider dulu sambil cuci mata ngeliatin ransel-ransel dan jacket kece. Takut godaan makin besar, kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan naik ke lantai atas dimana lokasi cafe berada. 

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.

        Tempatnya nyaman dengan lantai kayu yang membuat suasanya jadi homey banget, pencahayaannya juga bagus dan nggak begitu panas walaupun kita datangnya siang hari. Begitu memilih meja dan duduk, salah satu staffnya langsung datang menghampiri meja kami. Senyum ramah dan suara bersahabat mempersilahkan kami untuk memilih menu bahkan tak keberatan untuk menjelaskan sedikit detail dari menu yang kami tanyakan. Ah saya selalu suka dengan tempat yang memiliki pelayanan ramah begini, karena selalu bisa menciptakan mood yang bagus sebelum ketemu makanan. Kadang saya beranggapan bukan masalah besar jika makanannya biasa-biasa saja atau agak mahal asal pelayannannya baik dan nggak jutek atau bikin dongkol. Ada yang sependapat dengan saya ?

        OZT Cafe & Steakhouse International Bali.


        Kala itu kami memesan 500 grams pork ribs yang disajikan dengan dua optional side dish yang bisa kita pilih sendiri. Side dishnya berupa sayuran (green salad dan sauted vegetables) atau karbo seperti french fries dan mashed potato. Untuk harga satu porsi pork ribs seberat setengah kilo ini dibanderol seharga Rp. 130.000, harga yang sesuai dengan rasa dan porsi yang didapat. Dari segi kualitas rasa, seperti yang sudah saya duga hidangan yang disajikan disini memang tidak perlu diragukan lagi. Pork ribsnya empuk dengan bumbu yang meresap hinga ke bagian dalam. Nah bagi yang suka agak pedas, boleh kok untuk request supaya bumbu atau sausnya sedikit lebih spicy dari serving normalnya. Ukuran pork ribs yang ditawarkan disini ada tiga jenis, yaitu 300 gram (85k), 500 gram (130k) serta 1000 gram alias 1 kilo yang dijual seharga 230 k (ini cocok buat kalian yang mau sharing atau doyan banget sama pork ribs).
        Baca selengkapnya

        Selasa, 20 September 2016

        Dendeng Balado

        Dendeng Balado

        Balado adalah teknik memasak khas Minangkabau dengan cara menumis cabe giling dengan berbagai rempah, biasanya bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk. Berbeda dengan kebanyakan sambal yang di sajikan dengan cara di cocol atau di celup, Balado ini agak unik karena disajikan setelah dimasak lagi dengan bahan utama lainnya seperti daging, teri, telur, terong, tempe atau dendeng daging seperti yang saya buat ini. 

        Warna merah menyala dan berminyak merupakan ciri khas dari Balado yang didapatkan dari penggunaan cabai merah keriting dalam jumlah yang lumayan banyak. Bagi penikmat pedas tentunya balado bisa menjadi salah satu pilihan menu bersantap yang menggugah seler. Yuk bikin dendeng balado sendiri !

        Dendeng Balado
        Dendeng Balado

        Resep Dendeng Balado 
        Resep by Femina 



        Bahan:
        • 1 kg daging paha (gandik) sapi utuh
        • Air untuk merebus
        • 2 sdt garam
        • Minyak untuk menggoreng

        Bumbu perendam, aduk:
        • 250 ml  air
        • 6 siung bawang putih, haluskan
        • 6 buah jeruk nipis, ambil airnya
        • 1 sdm merica bubuk
        • ½ sdm garam 

        Balado:
        • 12 butir bawang merah
        • 6 siung bawang putih
        • 12 buah cabai merah besar
        • 200 g tomat merah
        • 100 ml minyak untuk menumis
        • 1 sdt merica bubuk
        • 1 sdt garam
        • 1  sdt gula pasir
        • ½ sdt cuka masak

        Cara Membuat:
        1. Rebus daging bersama air dan garam di atas api kecil hingga ¾ matang. Angkat, tiriskan. Sisihkan 100 ml kaldu untuk menumis.
        2. Iris daging setebal 1 cm. Memarkan hingga tipis. Aduk bersama bumbu perendam. Biarkan hingga bumbu menyerap (± 30 menit).
        3. Goreng daging dalam minyak banyak dan panas hingga daging kering. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
        4. Balado: Tumbuk kasar bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.
        5. Panaskan minyak, tumis bumbu kasar bersama merica, garam, gula, dan cuka hingga matang dan harum. Angkat.
        6. Susun daging di atas piring saji. Siram dengan saus balado, sajikan.
        Untuk 6 porsi
        Baca selengkapnya

        Senin, 19 September 2016

        Foodtruck Coconut Mania - Jajan Cilok dan Es Kelapa Muda Duren yang Super Endes

        es kelapa muda aneka rasa


        Belakangan ini foodtruck muncul sebagai alternative tren kuliner yang mulai banyak dilirik vendor maupun konsumen. Di beberapa kota besar di Indonesia foodtruck bahkan sudah berhasil mencuri perhatian konsumen dan menggaet pelanggan setianya sendiri, sebut saja Jakarta Food Truck, Loco Mama atau Retro Gourmet yang lumayan berkibar di ibu kota. 

        foodtruck coconut mania


        Nah Ternyata semakin kesini tren foodtruck ini tak hanya berkembang pesat di ibu kota tapi juga sudah menjalar hingga ke Bali. Walaupun tak seramai pemain di Jakarta dan Bandung, beberapa foodtruck sudah mulai muncul dan berkembang di kawasan kota Denpasar, Ubud dan Kuta. Sebagian besar dari mereka menawarkan hidangan quickbites atau comfort food seperti burger, taco dan sejenisnya. Diantara kemunculan sekian banyak vendor dengan sistem foodtruck, ada satu yang menarik perhatian saya namanya Foodtruck Coconut Mania. 

        es kelapa muda aneka rasa

        Dari namanya saja pasti sudah terbayang kan apa yang dijual ? tentunya nggak akan jauh-jauh dari yang namanya coconut atau kelapa. Memang tepat sekali, menu utama yang dijual disini adalah es kelapa muda dengan aneka rasa mulai dari durian, melon hingga leci dan tak ketinggalan mereka juga menawarkan cilok; jajanan khas Bandung yang kenyal-kenyal dan bikin nagih itu. 

        Berbeda dari penjual es kelapa muda di kios-kios pinggir jalan, Coconut Mania menghadirkan varian baru dari es kelapa muda dengan menggunakan buah-buahan asli bukan hanya sekedar sirup atau perasa. Disamping itu produk yang dijual juga dikemas dengan lebih hygienis dan bersih. Jika kita ingin membeli untuk dibawa pulang kemasan esnya dilengkapi dengan sealed plastik yang membuatnya aman untuk dibawa dan anti tumpah. 

        es kelapa muda susu duren

        es kelapa muda susu lychee

        es kelapa muda susu melon


        Berbagai varian es kelapa muda tentunya bisa menjadi pilihan yang tepat ketika cuaca terik menyengat seperti belakangan ini, apalagi Bali makin hari makin hot saja. Nah bagi yang mau nyobain silahkan deh mampir ke Coconut Mania, trus cobain aneka es kelapa mudanya yang pasti bikin adem dan endes banget terutama es kelapa muda durennya. Perpaduan es kelapa muda dengan susu dan daging durian asli tentunya menciptakan sensasi makan es kelapa muda yang lebih spesial. Sementara bagi penggemar lychee wajib nyobain es kelapa muda susu lychee dengan isian buah lychee asli atau cobain juga es kelapa muda susu melon yang tentunya dilengkapi dengan serutan buah melon yang banyak. Bagi foodies yang tetep doyan  es kelapa muda rasa original, tenang saja disini juga masih disediakan es kelapa muda yang hanya disajikan dengan campuran sirup gula dan jeruk nipis serta es batu untuk menambah kesegarannya.
        Baca selengkapnya