Rabu, 18 Januari 2017

Sego Gurih - Nasi Kuning Penuh Berkah di Sekaten Jogja

sarapan sego gurih dan kopi susu

Postingan kali ini adalah sisa-sisa cerita dari liburan saya di Jogja akhir tahun kemarin. Setelah sekian lama punya keinginan untuk bisa menyaksikan rangkaian acara sekaten, akhirnya tahun 2016 kemarin keinginan itu tercapai sudah. Saya pertama kali membaca tentang sekaten dari buku pelajaran bahasa Inggris saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan entah kenapa sejak saat itu rasanya saya punya hasrat yang besar untuk bisa melihat langsung bagaimana prosesi yang digambarkan secara detail dalam buku itu. Sementara itu Jogja sendiri selalu punya kenangan yang indah dan tak pernah membuat saya bosan untuk berkunjung kembali, dan akhirnya setelah sekian kali bertandang ke kota nan cantik ini saya bisa berada di Jogja pada waktu yang tepat.

Pejual sego gurih di depan areal Masjid Gedhe Kauman
Pejual sego gurih di depan areal Masjid Gedhe Kauman
Pejual sego gurih di depan areal Masjid Gedhe Kauman

Berbicara tentang sekaten, ternyata ada banyak sekali hal-hal unik yang menyertainya, mulai dari prosesi yang panjang dan memiliki makna filosofis yang kuat hingga benda-benda atau hidangan yang hanya muncul ketika acara ini berlangsung. Salah satunya adalah sego gurih atau nasi gurih, sajian khas yang hanya muncul pada saat perayaan Grebeg Maulud.

Sepintas Sego Gurih nampak mirip dengan nasi kuning dan nasi uduk tapi tekstur nasinya jauh lebih keras dan tidak lembek. Pada dasarnya nasi gurih merupakan beras yang dimasak dengan campuran santan, garam dan daun salam namun katanya proses pembuatannya cukup memerlukan perhatian ekstra agar mendapatkan tekstur nasi yang akas atau tidak lembek.

Sepiring sego gurih yang konon katanya simbol keberkahan

tekstur nasi gurih yang akas atau tidak lembek
Lauk yang menyertai Sego gurih ini juga berbeda dari nasi kuning yang biasa kita beli, jenis lauk yang disajikan sangat bervariasi mulai dari kedelai putih goreng, kedelai hitam goreng, rese (kulit udang kering) goreng, sambel pecel, daging ingkung suwir, telur bumbu opor, sambal goreng krecek, kemangi, mentimun, bawang goreng, kacang tanah goreng, irisan kubis dan emping melinjo, peyek atau krupuk. Karena jumlah varian lauknya yang banyak jadi biasanya dalam satu porsi lauk hanya diberi sedikit-sedikit tiap jenisnya.

deretan lauk sego gurih yang sangat bervariasi
deretan lauk sego gurih yang sangat bervariasi
rese (kulit udang kering) yang digoreng
Ingkung suwir
Ingkung adalaha ayam yang dimasak secara utuh hingga empuk, biasanya disajikan dengan cara di suwir

Pengunjung akan dengan mudah menemui deretan penjual sego gurih di halaman depan Masjid Gedhe Kauman Keraton saat acara grebeg maulud berlangsung.  Konon sego gurih merupakan perlambangan dari rejeki dan keberkahan. Sejak manusia lahir ke dunia Tuhan telah menyediakan kelimpahan untuk kehidupan manusia dan semuanya diserahkan kepada manusia untuk dikelola dengan baik. Harga untuk satu porsinya mulai dari Rp. 5.000 sampai Rp.8.000 saja tentunya dengan porsi yang lebih sedikit dari nasi kuning pada umumnya. Karena porsinya yang kecil, jadi jangan berharap bisa makan kenyang hanya dengan menyatap satu porsi sego gurih saja.

Nah jika foodies sedang berkunjung ke Jogjakarta ketika perayaan Maulud coba deh sekalian mampir ke kawasan keraton untuk menyaksikan acara grebeg maulud serta segala hal menarik yang menyertainya. Datanglah lebih pagi sehingga sebelum acara grebeg dimulai foodies punya kesempatan untuk berkeliling di kawasan keraton atau di sepanjang jalan menuju masjid untuk menikmati aneka sajian khas yang dijajakan. Kala itu kami samapai di kawasan keraton sekitar pukul 7 atau 8 pagi lalu berjalan di sepanjang areal keraton menuju mesjid, menyantap sego gurih sampai akhirnya masuk ke dalam areal masjid untuk bisa menangkap moment grebeg maulud. Biasanya acara grebeg dimulai jam 12 siang, dan tempatnya sangat ramai bahkan sesak pengunjung jadi harus hati-hati dengan barang bawaan masing-masing dan ingat untuk tetap bersikap sopan. 




Bagikan

Baca Juga

Sego Gurih - Nasi Kuning Penuh Berkah di Sekaten Jogja
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih