Selasa, 25 Oktober 2016

Menikmati Afternoon Tea di Sands Restaurant - The Anvaya Beach Resorts Bali

Menikmati "Afternoon Tea"  di Sands Restaurant - The Anvaya Beach Resorts Bali


Istilah "Afternoon Tea" mungkin sudah bukan kata yang baru atau asing di telinga kita. Tradisi ini merupakan salah satu kebiasaan kuno di Inggris yang diperkirakan sudah ada sejak awal abad ke-19. Bermula dari kebiasaan Anna, Duchess Bedford ke-7 yang gemar menikmati sajian berupa teh dan camilan ringan di kebun belakang istananya yang cantik. Sejak saat itu kegiatan minum teh sejenis ini terus bertahan, berkembang dan menyebar hingga ke berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. 

Berakar dari tradisi inilah maka sekarang kita sering mendengar adanya jamuan "afternoon tea" maupun "high tea" yang kerap di sajikan di restoran atau hotel-hotel berbintang. Salah satunya seperti yang ditawarkan di the ANVAYA Beach Resorts Bali. Hotel ini merupakan anggota keluarga teranyar dari Santika Indonesia Hotel & Resorts yang baru saja di buka di kawasan Tuban-Bali. Berbeda dari brand-brand hotel sebelumnya seperti Amaris, Samaya, Santika dan the Kayana yang dilabel dengan bintang empat, maka the ANVAYA ini muncul sebagai versi terbaru, terbesar nan mewah dengan menyandang predikat hotel berbintang lima.

Sunset di pantai the Anvaya Beach Resorts - Bali

Afternoon tea the Anvaya Beach Resorts - Bali
The ANVAYA sendiri dibangun di lokasi yang sangat strategis, berada di kawasan jalan utama Kartika Plaza sangat dekat dari bandara, mall-mall besar serta memiliki sisi pantai yang berpasir putih dengan view sunsetnya yang indah. Tak hanya menawarkan jumlah kamar yang hampir mencapai 500 buah, ANVAYA juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik seperti; swimming pool, spa, private beach serta dua buah restoran sekaligus.




Untuk mengenalkan dan mempopulerkan kuliner dan cita rasa khas Indonesia, the ANVAYA menghadirkan Kunyit Restaurant yang berhasil meraih penghargaan sebagai venue dining terbaik dengan spesialisasi masakan Bali dan Indonesia. Disamping itu ada juga Sands Restaurant and wine cellar yang terletak tepat di tepi pantai.  Mengusung tema kontemporer dengan view lepas pantai yang indah, Sand restaurant menawarkan beraneka jenis hidangan mulai dari tapas, afternoon tea, serta hidangan lokal untuk breakfast, lunch maupun romantic sunset dinner. Pokoknya tempat yang satu ini seperti sebuah paket lengkap, hidangannya memikat dengan view yang indah.


Sabtu kemarin saya dan teman-teman dari Mekulicious berkesempatan untuk menikmati jamuan afternoon tea serta dinner di restoran ini. Lokasinya yang benar-benar menghadap tepi pantai membuat kita ingin berlama-lama berada disani, menikmati aneka sajian yang dihadirkan plus view matahari terbenam yang cantik. Walaupun kala itu langit agak kurang bersahabat karena mendung jadi sunsetnya cenderung kurang maksimal.



Sajian afternoon tea ini bisa dinikmati mulai dari jam 3 sampai jam 5 sore dengan harga yang tergolong ramah di kantong yaitu IDR 155k++ per orang. Dengan harga ini kita akan mendapatkan satu set menu afternoon tea yang disajikan dalam tray bersusun tiga nan elegan. Terdiri dari camilan ringan beraneka jenis, mulai dari pastry manis, kue-kue tradisional serta scone yang disajikan dengan butter and jam. Semua varian camilan ini dibuat langsung dari dapur hotel ini alias homemade. Sementara untuk minumannya selain disajikan bersama teh atau kopi, kita juga bisa memesan aneka juice segar. Bayangkan menikmati afternoon tea dengan view pantai lepas dan sunsetnya yang indah bersama orang tersayang, pastinya bisa jadi moment yang sayang untuk dilewatkan.







Seusai menikmati afternoon tea, kami juga berkesempatan untuk makan malam di Sands restaurant. Tak hanya mencoba set menu yang disajikan, kamipun berkesempatan untuk melihat-lihat suasana open kitchennya yang tergolong sangat luas. Bahkan ini open kitchen terbesar yang pernah saya liat. Ada beberapa bagian dalam areal ini namun yang paling menarik perhatian adalah noodle cornernya, dimana chef membuat mie mulai dari nol dengan cara manual alias pakai tangan. Pembuatan lamien atau mie tarik dipertontonkan dari awal hingga menjadi mie siap santap, bahkan kita bisa mencoba mie yang disajikan dengan aneka topping seperti chicken, beef dan seafood yang menggugah selera.





Puas berkeliling melihat-lihat dapur Sands restaurant, kami kembali ke meja masing-masing. Sebagai pembuka, sepiring Focaccia bread disajikan bersama olive oil dan balsamic vinegar. Ini merupakan varian hidangan pembuka ala Italia. Selanjutnya ada prawn caesar salad dengan plating yang sangat cantik. Lalu mangkong-mangkok berisi lamien segar yang baru saja dibuat, mulai berdatangan dan disajikan sesuai dengan pesanan masing-masing.



Sebagai selingan seusai menikmati lamien dengan kuahnya yang gurih, satu scoop yuzu sorbet disajikan dihadapan kami. Rasanya asam dan segar, yuzu sendiri adalah varian buah jeruk yang merupakan persilangan turunan dari jeruk mandarin dan citrus ichangensis. Buahnya kecil dengan kulit yang kasar serta warnanya hijau hingga kekuningan. 



Tak berapa lama semangkok pumpkin soup dengan irisan roti datang kemeja kami, soupnya creamy dengan rasa roasted pumpkin yang khas. Texture dari pumpkin soupnya sedikit lebih pekat dari yang biasa saya coba, di dalamnya ada potongan pumpkin chunk yang memperkaya texture soup ini ketika suapan demi suapannya masuk ke mulut. 


Ternyata belum berhenti sampai disini, masih ada main course alias menu utama yang akan disajikan. Sembari menunggu, kamipun mulai ngobrol kesana kemari sambil menyesap segarnya ice lychee tea dalam gelas besar yang disajikan. Akhirnya setelah beberapa waktu berselang, si bintang utamapun disajikan. Ribeye steak yang disajikan dengan mashed potato, sauteed vegetables dan siraman red wine sauce. 


Terakhir sebagai hidangan penutup ada pana cotta dengan topping marinated strawberries. Disajikan dalam gelas kaca pendek lengkap dengan edible flower untuk menyempurnakan tampilannya. Saking cantiknya, sampai sayang untuk dimakan tapi desserts ini terlalu menggoda jika tak dicicipi. Rasa manisnya pas, dengan biji vanilla asli sehingga aromanya benar-benar wangi dan manis. Texturenya lembut khas panna cotta dengan siraman marinated strawberry yang memiliki rasa sedikit asam jadi menghasilkan keseimbangan rasa antara manis dan asam segar. 


Pulang dari sini, perut terasa penuh bahkan jalanpun mulai terasa agak susah tapi pengalaman dan moment yang didapat benar-benar susah dilupakan. Terimakasih The ANVAYA Beach Resorts Bali untuk jamuannya yang luar biasa. 

Nah bagi foodies yang ingin menikmati sajian afternoon tea atau pengalaman dinner romatis di tepi pantai nan indah, The ANVAYA Beach Resorts bisa menjadi salah satu referensi yang wajib dicoba. 



THE ANVAYA BEACH RESORTS BALI

Jl. Kartika Plaza, Tuban - Bali, Indonesia
Phone (0361) 759991
Fax (0361) 759992
reservation@theanvayabali.com
http://www.theanvayabali.com





Bagikan

Baca Juga

Menikmati Afternoon Tea di Sands Restaurant - The Anvaya Beach Resorts Bali
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

2 comments

Tulis comments
avatar
2 November 2016 00.14

Waaahh..enak2 semua nih. Kue2nya menggoda banget. Dan itu keren sangat mienya baru dibuat gitu ya, seger dong langsung dihidangkan selepas dibuat, nyuumm...

Reply
avatar
2 November 2016 00.55

Horee ada mba Uniek mampir kesini, itu kue-kuenya enak-enak banget asli mba .. iya mienya fresh jadi bebas pengawet dan kenyalnya maksimal ditambah kuah kaldu asli makin nyummy ...makasi udah mampir mba Uniek

Reply

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih