Senin, 22 Mei 2017

The TAO - Cita Rasa Thailand di Ujung Selatan Bali



Bagi foodies yang berdomisili di Bali atau yang pernah berkunjung ke Bali tentunya sudah hafal betul dengan  pantai-pantai indah yang ada di sini, salah satunya pantai Tanjung Benoa yang terletak di ujung selatan pulau Bali. 

Pantai Tanjung Benoa terkenal sebagai pantai yang menjadi pusat wahana olah raga air atau water sport dan sekaligus kompleks dimana hotel dan resor mewah dibangun. Di samping kawasan hotel dan water sport di sini juga terdapat banyak restaurant yang menawarkan sajian hidangan khas Indonesia, Asia maupun western dan salah satu diantaranya yang berhasil mencuri perhatian saya adalah The TAO Bali.


Restaurant ini merupakan bagian dari hotel berbintang lima: The Sakala Resort yang memiliki spesialisasi untuk hidangan khas Thailand. Berlokasi di Jalan Pratama No. 96, tepat di ujung jalan menuju pantai Tanjung Benoa menjadikan resto ini memiliki view  lepas pantai yang menyegarkan mata. 


The TAO Bali menawarkan hidangan authentic khas negeri gajah putih Thailand  dengan pemandangan tepi pantai yang berombak tenang dan hamparan langit biru yang bersih. Sangat cocok untuk tempat bersantap siang seusai mengikuti berbagai aktivitas olahraga air maupun makan malam romantis dengan pasangan. Lokasinya yang berada tepat di bibir pantai memberikan akses langsung bagi para pengunjung untuk bisa menikmati berbagai aktivitas water sport, sekedar bejemur atau berenang di kolam renang yang ada di areal resto ini. 



Bangunan restonya sendiri merupakan open building, dengan dominasi furnishing kayu dan dikelilingi pintu lipat kaca yang bisa dibuka sepenuhnya. Interiornya sangat kental akan nuansa Thailand, ada berbagai hiasan dinding dengan ornament khas Thailand serta patung-patung yang semakin menguatkan suasana ala Thai. The TAO Bali menyajikan lunch dan dinner serta buffet pada waktu-waktu tertentu. 









Di bagian belakang restaurant yang berada persis di tepi pantai, terdapat halaman yang luas dengan meja dan kursi yang tersusun rapi, biasanya digunakan untuk buffet. Nah disini juga terdapat pool yang boleh digunakan oleh para pengunjung tanpa minimum order, siapa saja boleh memakai kolam renang ini selama mereka consume di restaurant atau barnya. Day bed dan sofa-sofa panjang juga berjejer di sisi belakang resto, kita bisa duduk disini, memesan minuman seperti mojito yang menyegarkan sembari menikmati indahnya pemandangan tepi pantai. 



   


Soal makanan yang disajikan, saya pribadi menempatkan The TAO Bali sebagai salah satu restaurant Thai dengan kwalitas rasa yang memuaskan. Tak usah heran kenapa hidangannya bisa senikmat itu, salah satu alasannya mungkin karena chefnya sendiri didatangkan langsung dari negeri gajah putih sehingga rasa yang ditampilkan bisa senikmat di negeri asalnya. 

Emerald Tofu (Fried marinated bean curd topped with julienne vegetables and sweet and sour sauce (IDR 60K)

Porsi dari hidangan yang disajikan disini juga lumayan besar, rata-rata setiap porsinya cukup untuk sharing berdua. Untuk harga The TAO Bali tergolong sangat terjangkau, tidak terlalu mahal untuk ukuran restaurant dari hotel bintang lima apalagi kwalitas rasa dari hidangan yang disajikan begitu memuaskan plus viewnya yang langsung menghadap pantai. 

Thai prawn cake, Thai golden prawn cake mixed with sweet and sour chili sauce (95k)



Bagi penikmat hidangan khas Asia yang kaya rasa dan cenderung spicy, maka tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk dicoba. Sebagai hidangan pembuka, kita bisa mencoba Flying mango salad yaitu salad mangga muda yang disajikan dengan udang dan taburan kacang mente panggang. Rasanya asam manis segar, dengan sedikit rasa pedas dari bawang dan cabai lalu ada udang yang gurih serta kacang mede panggang yang crunchy menjadikan salad ini sempurna untuk memancing selera makan.

Flying Mango Salad (fresh mango salad with prawn and topped with rosted cashew nuts) Idr 75k

Untuk hidangan utama saya memesan nasi goreng nanas, bumbu dari nasi gorengnya sangat ringan, wangi rempahnya terasa samar-samar sehingga tidak terlalu mendominasi rasa. Di dalamnya ada potongan buah nanas, kismis, kacang mede, udang dan daging ayam. Tak seperti nasi goreng kebanyakan yang menggunakan aneka saos di dalamnya, nasi goreng ala Thai ini tastenya lebih ringan dengan kombinasi texture dan rasa yang lengkap. Ada sensasi asam manis segar ketika menggigit potongan buah nanas atau kismisnya, dan gurih crunchynya kacang mede. Tampilannya juga tak kalah mengesankan, disajikan dalam wadah buah nanas yang sudah dikerok isinya lalu ditempatkan diatas tray/dulang khas Thailand yang penuh dengan detail ukiran nan cantik. Satu porsi nasi goreng ini disajikan dalam dua potongan buah nanas jadi bisa di share untuk berdua karena porsinya juga lumayan besar.


Pineapple fried rice , Thai style fried rice with prawn, chicken curry and cashew. IDR 70K

Selain nasi goreng, saya juga mencoba mixed seafood dalam balutan saus pedas manis. Seafoodnya fresh dengan tingkat kematangan yang pas. Di dalamnya ada udang, cumi-cumi, fillet ikan dan kerang dimasak dengan saus pedas manis dan Thai basil. Bagi penggemar pedas, saya merekomendasikan menu yang satu ini untuk dicoba, sausnya bisa bikin kita nggak mau berhenti makan sampai tetesan terakhir.

Seafood with sweet chili paste - Mixed Seafood; shrimp, squid, fish and mussel with roasted sweet chili paste and Thai basil sauce. (IDR 165K)
Sementara untuk foodies yang menyukai menu berbahan daging ayam, mungkin bisa mencoba daging ayam cincang yang dimasak bersama Thai basil, bawang putih dan cabe. Nah yang membuat tumisan ayam ini jadi spesial adalah penggunaan wild Thai basil di dalamnya, basil jenis ini bentuk daunnya menyerupai kemangi biasa namun batang dan bunganya berwarna ungu. Rasanya agak berbeda dari basil biasa, yang satu ini cenderung sedikit lebih pedas dengan aroma dan rasa yang lebih stabil ketika melewati proses pemasakan. 

Chicken with wild Thai basil : Tao specialty of stir fried minced chicken with wild Thai hot basil, garlic and chili (IDR 70K)

Selain menu-menu authentic Thailand, disini juga ditawarkan beberapa menu dari negara lain bahkan menu khas Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng, gado-gado dan ada juga varian steak dari daging sapi, babi dan ikan. 

Thai sweet platter

Untuk dessertsnya sendiri, The TAO Bali menawarkan Thai Sweet Platter yang merupakan set hidangan pencuci mulut dengan rasa manis. Menu ini trerdiri dari caramelized banana dengan topping saus santan kental, sejenis kolak dengan isian labu dan ubi ungu serta potongan buah segar. Bagi penikmat sajian dingin, foodies juga bisa memilih pisang goreng yang disajikan dengan topping saus karamel, gula bubuk serta es krim vanilla. Dinikmati siang hari setelah kenyang menyantap beberapa menu nikmat sembari memandang hamparan langit biru, tentunya mampu menciptakan kesan tersendiri. 

Banana Fritters

Nah jadi bagi foodies yang sedang mencari referensi hidangan Thailand dengan rasa yang memuaskan dan harga terjangkau plus view yang indah, silahkan mencoba untuk bersantap di The TAO Bali. Nikmati cita rasa Thailand di ujung selatan Bali. 


THE TAO BALI
Address: Jalan Pratama No. 96, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, 
Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80361, Indonesia
Phone: +62 361 772902 
Open Hour:  10AM–10:30PM
Baca selengkapnya

Kamis, 18 Mei 2017

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)


Bagi foodies yang ngaku penggemar kopi tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Vietnamese Drip Coffee. Kopi asal negeri "Paman Ho" ini kini sudah sangat populer di Indonesia dan bahkan bisa dijumpai hampir di semua kedai kopi atau coffee shop. Penyajian kopi dengan cara sederhana ini bisa masuk dan diterima dengan baik di Indonesia kemungkinan besar karena disajikan dengan susu kental manis bukan foam atau cream sehingga rasa manisnya lebih mampu menyamarkan rasa pahit dari kopi. Di negeri asalnya Vietnamese drip coffee disebut dengan “cà phê sữa nóng” yang memiliki arti  brown dark coffee with milk atau jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti kopi hitam dengan susu sementara alat pembuat kopinya disebut dengan “cà phê phin”. 

sashy little kitchen

Vietnam sendiri merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara, hasil kopinya sudah di ekspor ke seluruh dunia karena dianggap memiliki kualitas yang sangat baik. Menurut Wikipedia asal mula tanaman kopi masuk ke Vietnam dibawa oleh seorang pastur asal Prancis yang membawa bibit kopi arabika ke Vietnam sekitar tahun 1857. Nah sejak saat itu masyarakat Vietnam perlahan mulai menanam kopi di kawasan dataran tinggi salah satunya di wilayah Buon Ma Tuot yang hingga  hari terkenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi terbaik di seluruh Vietnam.

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)

Pada dasarnya yang membedakan kopi Vietnam dari kopi lainnya adalah alat pembuat kopinya yang biasa disebut dengan dripper, alat pembuat kopi yang satu ini tergolong sederhana namun bisa menghasilkan cita rasa kopi yang jauh lebih enak daripada sekedar diseduh biasa. Tetesan demi tetesan ekstraksi kopi turun secara perlahan sehingga untuk menikmati segelas Vietnamese drip coffee dibutuhakan sedikit kesabaran ekstra  untuk menunggu tetes demi tetesnya turun semua.

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)

Vietnam dripper merupakan alat yang sangat sederhana, hanya terdiri dari saringan bawah, cangkir, saringan atas (tamper) serta penutup atas. Temper ini memiliki fungsi untuk menekan kopi sehingga ketika diseduh dengan air panas tetes demi tetes kopi akan keluar dan turun ke bawah. Untuk menyeduh kopi dengan Vietnam dripper pertama-tama kita harus meletakkan lempeng saringan diatas gelas atau cangkir, baru kemudian diatasnya diletakkan cangkir saringan dan kopi dimasukkan dalam cangkir ini. Selanjutnya bubuk kopi ditutup dengan tamper dan diseduh dengan air panas, sari pati kopi akan menetes sedikit demi sedikit ke dalam gelas.

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)


Saya pribadi adalah salah satu penggemar kopi Vietnam, rasanya ada sesuatu yang berbeda setiap kali menunggu tetes demi tetes kopinya turun, menghirup aromanya yang cenderung asam tapi wangi membuai, lalu menyesap tiap tegukan hangatnya. Dicampur susu kental manis, kopi ini nikmat disajikan dalam keadaan hangat maupun dingin. Karena terlanjur suka dengan rasanya, sayapun memiliki satu set alat pembuat kopi Vietnam yang saya beli untuk mengobati rasa penasaran saya akan bagaimana rasanya membuat racikan kopi Vietnam sendiri di rumah.

Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)
Vietnamese Jelly Ice Coffee (Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi)

Nah dalam postingan kali ini saya ingin berbagi resep dan cara membuat es kopi Vietnam dengan isian kopi jelly. Wangi kopi Vietnam disajikan dalam keadaan dingin akan sangat pas dinikmati di siang hari apalagi ditambah dengan sensasi kenyal-kenyal manis dari kopi jellynya. Biar nggak kepanjangan, berikut ini saya tuliskan resep dan cara membuatnya:


Vietnamese Jelly Ice Coffee 
(Es Kopi Vietnam dengan Jelly Kopi) 
Original recipe by Sarah Benjamin- Asian Food Chanel

Bahan Kopi Jelly:
  • 200 ml kopi yang sudah diseduh
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 bungkus agar-agar atau jelly bubuk ukuran kecil

Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan jadi satu dalam panci kecil kemudian didihkan
  2. Setelah mendidih matikan api, dan tuang jelly ke dalam wadah atau cetakan berbentuk persegi.
  3. Dinginkan hingga uap panasanya hilang lalu simpan dalam kulkas hingga set
  4. Potong-potong jelly berbentuk kubus, sisihkan. 

Bahan Vietnamese Drip Coffee:
  • 1 sdm kopi bubuk yang digiling kasar
  • 8 sdm susu kental manis (sesuaikan selera)
  • 300 ml air panas 
  • Es Batu 

Cara Membuat:
  1. Siapkan gelas lalu letakkan Vietnam Dripper diatasnya, masukkan bubuk kopi kedalam cangkir dripped tutup dengan tamper lalu seduh dengan air panas. Tunggu hingga semua sari kopi menetes kebawah. 
  2. Campur dengan susu kental manis sesuai dengan tingkat kemanisan yang diinginkan, aduk rata. 
  3. Siapkan gelas saji beri es batu lalu tuangkan campuran kopi tadi
  4. Terakhir masukkan kopi jelly yang sudah disiapkan sebelumnya. 
  5. Selamat menikmati 















Baca selengkapnya

Senin, 08 Mei 2017

Teater Kuliner; Sesi Demo Masak Gratis di Ubud Food Festival 2017



Hai.. hai foodies tak terasa ya minggu pertama di bulan mei sudah terlewati dan tiga hari lagi kita akan menyambut kembalinya festival kuliner terbesar di Indonesia; Ubud Food Festival 2017 (UFF17) yang akan hadir dengan mengusung tema terbaru ‘Every flavor is a story’ atau "Setiap Rasa adalah Sebuah Cerita"

Nah jika tahun-tahun sebelumnya UFF selalu menghadirkan program-program menarik yang sayang untuk dilewatkan, maka di tahun ini UFF dengan bangga mempersembahkan satu lagi program terbaru mereka yang pastinya akan semakin memanjakan mata dan perut para pencinta kuliner Indonesia. 



Bagi foodies yang sudah pernah bergabung dalam keseruan UFF pastinya sudah sangat familiar dengan program "Kitchen Stage", dimana kita bisa menyaksikan demo masak yang dipraktekkan oleh para ahli di bidangnya bahkan dalam program ini nama-nama besar di dunia kuliner turut hadir mengisi acara salah satunya Ibu Sisca Soewitomo yang dikenal sebagai Queen of Indonesian Cuisine. Sesi kitchen stage memang terbuka untuk umum namun dalam beberapa event kadang para pengunjung harus memesan atau membeli tiket terlebih dahulu alias eventnya bebayar. Nah kabar gembiranya di tahun keempat ini UFF melahirkan program teranyar "Teater Kuliner" yaitu sesi  demo masak yang sepenuhnya gratis dan bisa disaksikan oleh siapa saja yang berkujung ke festival ini. Program ini serupa dengan Kitchen Stage dan completely free, jadi siapkan waktu dan diri kalian untuk menyaksikan sesi demo memasak hidangan Indonesia yang akan disajikan oleh para ahlinya. 



Dalam program "Teater Kuliner" kita bisa menyaksikan keberagaman bentuk dan citarasa  hidangan nusantara. Beberapa sesi yang akan dihadirkan dalam program ini antara lain Jamu Secret yang dibawakan oleh Arif Springs atau bagi foodies yang menggemari sambal bisa menyaksikan kontes makan sambal dalam sesi Too Hot to Handle: Sambal Eating Contest with Hot Mama Sambal. Untuk sesi dan program selengkapnya foodies bisa mengunjungi website Ubud Food Festival di www.ubudfoodfestival.com, yuk buruan cek schedulenya dan tandai event mana saja yang ingin kalian saksikan. Sampai ketemu di keseruan Ubud Food Festival 2017.






Baca selengkapnya

Soto Betawi, Kuliner khas Betawi yang Melegenda



Berbincang tentang  Jakarta tentunya tidak bisa lepas dari bayangan kita akan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi atau kepadatan lalu lintasnya yang tiada henti,  tapi ternyata disamping kedua hal tersebut Jakarta juga menyimpan banyak sekali warisan kebudayaan termasuk warisan kuliner salah satunya. 

Sebagai sebuah ibu kota negara, tentunya Jakarta selalu menjadi pusat atau tolak ukur dari setiap trend yang muncul termasuk trend kuliner. Setiap kuliner baru yang masuk ke Indonesia pasti pertama kali akan membuka cabang di Jakarta dan sekitarnya, jadi wajar saja jika menjejakkan kaki di kota ini kita tidak akan pernah kehabisan tempat untuk berwisata kuliner. Nah disamping segala jenis hidangan-hidangan baru yang muncul dan berkembang di kota metropolitan ini, Jakarta masih menyimpan begitu banyak warisan kuliner yang masih bertahan dan digemari hingga sekarang sebut saja seperti kerak telor, soto tangkar, soto betawi, nasi uduk, nasi kebuli, bir pletok dan masih banyak lagi. 



Nah ngomong-ngomong soal kuliner khas Jakarta dalam postingan kali ini saya akan berbagi resep salah satu kuliner favorit khas Betawi yaitu Soto Betawi. Seperti halnya soto pada umumnya, soto Betawi juga menggunakan daging dan jeroan sebagai isiannya, yang berbeda dari soto ini adalah penggunaan santan sebagai bagian utama dari kuahnya jadi cita rasa soto ini sangat gurih, wangi dan berempah. Untuk menyeimbangkan rasa dari santannya, penyajian soto Betawi biasanya dilengkapi dengan irisan tomat dan acar mentimun sehingga menghasilkan rasa yang sedikit asam dan segar. 



Konon istilah Soto Betawi pertama kali muncul pada sekitar tahun 1977-1978, namun bukan berarti di tahun-tahun sebelumnya tidak ada soto di kawasan Jakarta, hal ini lebih berhubungan dengan istilah "Soto Betawi" yang kala itu pertama kali dipakai dan dipopulerkan oleh Lie Boen Po di THR Lokasari / Prinsen Park. Setelah warung soto ini tutup pada tahun 1991 akhirnya istilah "Soto Betawi" mulai dipakai secara bebas oleh para penjual soto hingga saat ini. 



Membuat soto betawi ini tidaklah terlalu sulit, yang dibutuhkan hanya sedikit perhatian saat memasak kuah yang sudah mengandung santan karena harus selalu diaduk supaya santannya tidak pecah dan menghasilkan kuah dengan kekentalan dan rasa yang pas. Tapi bagi foodies yang ingin menikmati cita rasa masakan khas Jakarta tanpa perlu repot-repot membuat sendiri, foodies bisa dengan mudah memesan atau berlangganan dengan Catering Jakarta. Tak hanya menyediakan beraneka hidangan dengan cita rasa tradisional, Catering Jakarta juga menerima pesanan catering dengan sistem porsian/harian, menu prasmanan, coffee break, paket untuk acara pernikahan maupun acara-acara lainnya. Untuk info lebih lengkapnya foodies bisa cek langsung di website Catering Jakarta.



Balik lagi ke soto Betawi, berikut ini saya tuliskan kembali resepnya ya, resep asli hasil nyontek dari blognya mba Nina Agustina. Soal rasa nggak perlu diragukan deh, resep-resepnya mba Nina selalu enak dan anti gagal apalagi untuk soto Betawi yang satu ini, takaran bumbunya benar-benar pas, saya sama sekali tidak perlu menambahkan penyedap rasa atau kaldu bubuk kedalam kuahnya. Dagingnya yang dimasak agak lama menghasilkan texture yang empuk dan tidak alot. 



RESEP SOTO BETAWI
Recipe by Catatan Nina


Bahan-bahan : 
  • 500 gr daging (saya hanya pakai daging tanpa jeroan) 
  • 1 liter kaldu (bekas merebus daging) 
  • 500 ml santan kental 
  • 3 helai daun salam 
  • 3 daun jeruk 
  • 5 butir cengkeh 
  • 2 butir kapulaga 
  • 2 batang serai, memarkan 
  • 1 batang kayu manis 
  • 2 ruas lengkuas, memarkan 
  • 2-3 sdt garam 
  • 1 sdm gula pasir 
  • 3 batang daun bawang, iris tipis 
  • 2 buah tomat, belah 
  • 2 sdm makan minyak goreng untuk menumis bumbu

Bumbu Halus : 
  • 12 butir bawang merah 
  • 5 siung bawang putih 
  • 5 butir kemiri, sangrai 
  • 1 sdt merica butiran 
  • 1/2 sdt jintan 
  • 2 sdt ketumbar sangrai 
  • 1 ruas kencur 
  • 1 ruas jahe 

Pelengkap : 
  • Emping goreng 
  • Soun 
  • Jeruk nipis 
  • Irisan tomat 
  • Sambal rawit 
  • Acar
  • Bawang goreng 

Cara Membuat : 

1. Rebus daging dalam 1,5 liter hingga setengah empuk. Ambil 1 liter air kaldu dan potong-potong daging. Masak kembali.






2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun salam, serai dan lengkuas hingga matang kemudian masukkan ke dalam rebusan daging. Tambahkan kayu manis, cengkeh dan kapulaga dan bumbui garam serta gula pasir. Masak hingga daging empuk dan bumbu meresap. 






3. Masukkan santan kental, masak sambil diaduk-aduk agar santan tidak pecah.



4. Menjelang diangkat, masukkan irisan daun bawang dan tomat. Matikan api dan sajikan hangat dengan pelengkap.

Baca selengkapnya