Minggu, 20 November 2016

Launching Gerai Terbaru THE HARVEST di Jalan Teuku Umar - Denpasar

Bread and pastry corner, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar

Hai.. hai foodies ada kabar gembira nih terutama bagi kalian yang ngaku penggemar cake dan desserts di Denpasar. Sejak tanggal 17 November 2016 kemarin THE HARVEST resmi membuka gerai keduanya di Bali yang mengambil lokasi di Jalan Teuku Umar no. 67 Denpasar Barat.

Tentunya sebagian besar dari foodies sudah kenal THE HARVEST dong ya? The Harvest Pattieseries & Chocolatier adalah perusahaan dengan bisnis pastry khusus bergaya Eropa yang sudah sangat  terkemuka di Indonesia. Sejak didirikan pada pertengahan tahun 2004 silam hingga kini THE HARVEST telah mengoperasikan 27 gerai di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Dari awal kemunculannya mereka telah konsisten fokus pada produk-produk dengan kualitas tinggi, kemasan yang inovatif serta tak ketinggalan layanan yang berkualitas. Disini kita bisa memesan atau menikmati aneka produk premium termasuk kue-kue nan cantik, customized 3D cake, berbagai varian cookies , coklat bahkan es krim home-made serta produk roti yang dibuat dari bahan-bahan berkualiatas terbaik dan dihasilkan dari tangan-tangan ahli yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidangnya.

dekorasi interior THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
mini puff pastry with chocolate filling, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
aneka pralines, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
3D Customized cupcakes figurine character, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
macarons, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
Vanilla fruit cake, THE HARVEST Teuku Umar - Denpasar
Baca selengkapnya

Senin, 14 November 2016

Cilok Bumbu Kacang

Cilok Bumbu Kacang


Salah satu jajanan paling ngehits jaman SD dulu, tiap jam pulang sekolah pasti langsung ngeburutin abang cilok yang sudah setia menanti di depan gerbang sekolah. Waktu itu sih bumbunya bukan sambal kacang melainkan kecap manis yang dicampur sedikit cabe, jadi rasanya kenyal-kenyal pedes manis. 

Beberapa hari lalu nggak ada angin nggak ada hujan, mendadak pengen banget makan cilok tapi kalau mau beli harus keluar rumah dulu. Awalnya sih mau pesen cilok pake Goj*k tapi apa daya bang Goj*knya nggak mau ambil orderan bahkan dua kali di reject, kejauhan kali ya. Patah hati ditolak abang Goj*k ternyata, keinginan makan cilok masih menggebu-gebu, ya mau nggak mau keluar deh jurus akhir yang paling ampuh yaitu bikin cilok sendiri. Browsing sana sini akhirnya nyantol ke resepnya mba Endang JTT, kebetulan semua bahan yang dibutuhkan sudah ada jadi tinggal eksekusi saja. Nggak butuh waktu begitu lama, finally saya bisa makan cilok sepuas-puasnya hehhehe. Oh ya selain disiram saus kacang, ciloknya ditaburin abon cabe biar makin hot. Yuk yang mau nyoba berikut saya tuliskan resepnya kembali. 






CILOK BUMBU KACANG 

Bahan-Bahan Cilok :
  • 250ml kaldu daginh
  • 2-3 sdt garam
  • 4 siung bawang putih dihaluskan
  • 1 1/2 sdt merica bubuk
  • 125gr terigu
  • 2 butir telur
  • 200gr tapioka
  • 3batang daun bawang rajang halus
  • Air untuk merebus

Cara Membuat:
  1. Didalam panci, panaskan air kaldu, garam, bawang putih dan merica hingga mendidih, lalu masukkan terigu. Aduk cepat dan masak hingga adonan menggumpal, aduk sebentar. Lalu pindahkan dalam wadah. Biarkan sampai hangat
  2. Setelah tidak terlalu panas lagi, masukkan telur sambil diaduk cepat agar telur tidak matang. Lalu masukkan daun bawang dan tapioka. Aduk rata.
  3. Siapkan air rebusan cilok.
  4. Baluri telapak tangan dengan sedikit tapioka, lalu ambil sejumput adonan, bulat2kan. Lakukan sampai adonan habis.
  5. Rebus adonan di air mendidih hingga cilok mengapung. Biarkan cilok mengapung sebentar. Lalu angkat.
  6. Panaskan air dalam panci kukusan, kukus cilok tadi sekitar 15 menit sampai bagian luarmya terlihat mengkilap dan transparan. Biarkan cilok tetap dalam panci agar tetap hangat.
  7. Sajikan dengan saus kacang atau saus favorit anda. 






Bahan-Bahan bumbu kacang (pecel):
  • 250 gram  kacang tanah beserta kulit arinya, goreng hingga matang
  • 150 gram gula aren, sisir hingga halus
  • 50 gram cabai merah keriting, potong-potong sepanjang 3 cm
  • 5 butir cabai rawit merah, iris bagian tengah cabai dengan pisau tajam agar tidak meletus saat di goreng
  • 3 siung  bawang putih
  • 5 gram kencur
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 1 sendok makan garam, gunakan sendok makan biasa
  • 2 sendok makan air asam Jawa yang kental (rendam asam Jawa dengan air panas untuk menghasilkan cairan asam yang kental)
  • 50 ml minyak untuk menumis bumbu

Cara membuat : 
  1. Panaskan minyak, goreng kacang hingga matang jangan sampai gosong, tiriskan.
  2. Blender kacang tanah hingga halus, sisihkan. 
  3. Tuangkan gula ke wadah berisi kacang halus.
  4. Ambil sebagian sisa minyak tadi, kemudian goreng cabai, bawang putih, kencur dan daun jeruk hingga semua bahan layu dan matang.
  5. Haluskan cabai dan bumbu lainnya ini hingga halus. saya menggunakan blender
  6. Tuangkan bumbu halus, garam dan air asam jawa ke dalam wadah berisi kacang tanah yang dihaluskan. Aduk hingga rata.
  7. Cicipi rasanya. Tambahkan garam jika kurang asin.Untuk penyajian sebagai saus cilok, larutkan bumbu pecel dengan sedikit air sambil dimasak sebentar saja.

    Baca selengkapnya

    Jumat, 04 November 2016

    Menjelajahi Sulawesi Utara Lewat Kenikmatan Ikan Woku Belanga

    Ikan Woku Belanga khas Sulawesi Utara

    Menyebut nama Sulawesi Utara tentunya tidak bisa dipisahkan dari pesona keindahan bawah lautnya. Ternyata selain tersohor akan keindahan taman nasional Bunaken, Sulawesi Utara juga menyimpan berbagai potensi dan daya tarik wisata yang tak kalah menarik; mulai dari wisata alam, peninggalan-peninggalan purbakala hingga ragam kekayaan kulinernya.

    Sebagai kawasan yang terletak di ujung utara pulau Sulawesi, provinsi yang ber-ibukota kan Manado ini berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Hal ini otomatis menjadikan Sulawesi Utara memiliki kekayaan laut yang melimpah termasuk hasil tangkapan ikan dan aneka sari laut lainnya.

    Potensi perikananya yang cukup tinggi, mampu membawa Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil dan pemasok ikan terbesar, baik untuk kebutuhan ekspor maupun konsumsi lokal terutama pada beberapa jenis ikan tertentu seperti ikan Tuna, Cakalang, Tongkol, Lolosi dan Ekor Kuning. Jadi jangan heran jika Sulawesi Utara terkenal akan ragam kekayaan kulinernya khususnya pada makanan berbahan dasar hasil laut.

    Ikan Woku Belanga:

    Selain Cakalang Fufu yang melegenda, Ikan Woku merupakan satu dari sekian banyak masakah khas berbahan dasar ikan yang bisa kita jumpai di Sulawesi Utara. Nama Woku sendiri sejatinya berasal dari nama daun "Woka" (Livistona Altissima) yaitu sejenis tanaman lontar yang bisa dipakai sebagai pembungkus nasi.

    Daun "Woka" (Livistona Altissima) image courtesy :Wikipedia


    Woku adalah cara pengolahan ikan dengan menggunakan berbagai jenis campuran bumbu dan rempah ala Manado. Masakan woku ini ada dua jenis yaitu woku daun, dimana ikan atau daging dimasak dengan dibungkus daun woka, serta woku belanga yaitu woku yang dimasak langsung di dalam belanga (panci) tanpa dibungkus dengan daun terlebih dahulu.

    Racikan aneka bumbu yang digunakan dalam masakan woku ini menghasilkan citarasa hidangan yang kuat, gurih, segar dengan kuah yang kental. Hampir sama sekali tidak ada rasa amis yang tersisa dari ikan yang menjadi bahan utamanya. Kunci kenikmatannya terletak pada penggunaan ikan segar dengan perpaduan bumbu dan rempah yang melimpah.
    Ketika pertama kali melihat beberapa resep ikan woku, saya tidak menaruh ekspektasi yang begitu besar dengan hasilnya. Maklum saya lahir dan besar di Bali jadi sangat kurang familiar dengan masakan yang berasal dari luar Bali apalagi daerah Indonesia bagian timur yang sama sekali belum pernah saya jejaki. Tapi rasa penasaran saya yang besar tentang rasa dari olahan ikan woku ini membuat saya nekat untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

    Secara umum bahan-bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan dan proses pembuatannya juga lumayan gampang, yang paling susah dicari hanya daun kunyit yang menjadi bagian penting dari hidangan ini. Penggunaan daun kunyit bertujuan untuk mengurangi bau amis dalam masakan serta menimbulkan aroma yang segar. Jadi bisa ditebak kan kenapa ikan woku ini memiliki rasa yang segar dan tidak amis.

    bumbu woku yang kaya rempah


    Kandungan Gizi dalam Ikan Woku:

    Tak hanya memiliki rasa yang nikmat, ikan woku juga mengandung gizi yang baik bagi tubuh terutama karena bahan utamanya terbuat dari ikan yang kaya akan kandungan omega 3. Berikut ini adalah berbagai kandungan gizi baik yang terdapat dalam nikmatnya olahan ikan woku belangga:
    • Ikan Tongkol (Euthynnus affinis): Ikan yang satu ini merupakan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di wilayah perairan Sulawesi Utara. Seperti ikan pada umumnya Tongkol memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat baik bagi tubuh jika dikonsumsi secara teratur. Ikan tongkol juga mengandung omega 3 yang penting untuk kecerdasan dan perkembangan otak. Oleh karena itu konsumsi ikan jenis ini sangat dianjurkan bagi anak-anak. Dengan kandungan gizinya, ikan tongkol diyakini memiliki berbagai manfaat bagi tubuh kita antara lain: menjaga kesehatan mata, mencegah kulit kusam, mencegah anemia, mencegah obesitas, menjaga kesehatan pada saluran pencernaan, menjaga kesehatan jantung, mencegah kelesterol, detoksifikasi hati serta masih banyak manfaat lainnya.

    • Tomat: Penggunaan tomat dalam woku memiliki fungsi utama untuk memberikan citarasa segar kedalam masakan sekaligus mengurangi bau amis. Namun disamping fungsi tadi tomat juga mengandung berbagai nutrisi dan kaya akan kandungan vitamin A, C serta asam folat. Ketiga nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tomat juga kaya akan kandungan nutrisi lainnya seperti likopen, kolin, dan beta-karoten yang bermanfaat sebagai antioksidan tubuh. Menurut studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health Departement and Nutrition, tomat memiliki manfaat untuk mencegah kanker, menjaga tekanan darah, memelihara kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, mencegah sembelit, mencegah depresi serta baik bagi ibu hamil.


    • Kemiri: Merupakan salah satu bumbu dapur yang paling banyak digunakan di Indonesia. Meskipun aman di konsumsi ternyata kemiri juga mengandung zat beracun dengan kadar ringan (hidrosianik yang dapat menyebabkan diare, dan memabukkan), sehingga sangat tidak dianjurkan bagi kita untuk mengkonsumsi kemiri mentah tanpa proses penyanggraian terlebih dahulu. Terlepas dari itu kemiri mengandung mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium yang dominan. Sekitar 53% dari kemiri adalah lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar LDL dalam darah (pemicu penggumpalan darah dan penyebab stroke). Kandungan lain dalam kemiri adalah folat serta fitosterol yang bisa merusak enzim pembentuk kolesterol di dalam hati sehingga bisa menghambat pembentukan kolesterol. Dari segi fungsi terhadap hasil rasa masakan, ternyata kemiri mengandung asam glutamat yang mampu memberikan rasa nikmat pada indra pengecap sehingga kemiri bisa digunakan sebagai pengganti bumbu penyedap. Kemiri juga merupakan alternatif yang lebih sehat sebagai pengganti santan dalam masakan.


    • Rempah-Rempah; Penggunaan bumbu dan rempah dalam masakan ikan woku ini sangat beragam mulai dari kunyit, jahe, daun kemangi, daun jeruk dan sereh. Kesemua rempah ini memiliki fungsi yang serupa yaitu untuk menambahkan rasa dan aroma kedalam masakan. Sebagian besar rempah-rempah tersebutmengandung minyak atsiri yang memiliki manfaat bagi tubuh, misalnya kandungan minyak atsiri pada sere dan jahe bisa menghangatkan tubuh serta mencegah masuk angin.




    Masih ada banyak sekali kandungan gizi yang terdapat dalam olahan ikan woku tapi rasanya akan terlalu panjang jika saya tulis satu persatu, yang pasti olahan ikan ini bisa jadi salah satu pilihan tepat jika kita menginginkan hidangan enak sekaligus sarat gizi dan nutrisi.

    Setelah mencoba membuat ikan woku belanga ini, saya jadi semakin penasaran dengan ragam kuliner Sulawesi Utara terutama daerah Manado dan Minahasa yang terkenal dengan berbagai olahan hasil lautnya. Rasa pensaran saya ini sepertinya bak gayung bersambut, karena beberapa hari yang lalu saya melihat pengumuman lomba dari website Sarihusada-Nutrisi Untuk Bangsa yang bertajuk Jelajah Gizi Minahasa. 



    Jelajah Gizi Minahasa:

    Jelajah Gizi sendiri merupakan “jalan-jalan unik” persembahan Sarihusada Nutrisi Untuk Bangsa yang bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman makanan khas daerah di nusantara, sekaligus memperlajari sejarah dan budaya yang membelakanginya.

    Jelajah Gizi Minahasa adalah seri Jelajah Gizi ke-4, dimana sebelumnya Sarihusada telah melakukan edisi Jelajah Gizi Gunung Kidul, Kepualuan Seribu serta Bali dan kali ini giliran Minahasa yang akan dijelajahi ragam kulinernya.

    Melalui program Jelajah Gizi para peserta yang beruntung terpilih untuk ikut akan memiliki kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan hidangan khas daerah yang dikunjungi, hingga memahami nilai gizi yang terkandung di dalamnya. 

    http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-4-Membedah-Nilai-Gizi-Masakan-Minahasa


    Dari penjelasan diatas sepertinya ini akan menjadi acara yang sangat menarik, apalagi spesial untuk edisi Jelajah Gizi Minahasa para peserta akan ditemani oleh Marrysa Tunjung Sari (@poeticpicture) yang merupakan seorang photgrapher kenamaan dan Sutiknyo (@lostpacker) yang sudah sangat populer sebagai travel blogger.

    Semoga dengan kelezatan dan nutrisi dari Ikan Woku Belanga ini saya bisa menjadi satu dari sepuluh orang pemenang yang berkesempatan untuk menjelajahi keragaman kuliner, gizi dan budaya Minahasa bersama Sarihusada-Nutrisi untuk Bangsa. Pasti akan sangat menyenangkan bisa mencoba Ikan Woku dan Cakalang Fufu langsung dari daerah asalnya.

    Nah bagi yang penasaran ingin mencoba membuat Ikan Woku Belanga, berikut ini saya tuliskan resep dan cara membuatnya. 
    Baca selengkapnya