Jumat, 28 Oktober 2016

Ngobrol Bareng Blogger Bali dan Sakuku di Livingstone Cake and Bakery

Ngobrol Bareng Blogger Bali dan BCA Sakuku


Inovasi adalah sebuah terobosan baru yang diperlukan karena dunia terus mengalami perubahan serta perkembangan. Dari sinilah BCA sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan sistem perbankan yang terdepan. Wujud  inovasi BCA yang tiada henti ini dibuktikan dengan diluncurkannya aplikasi digital perbankan terbaru yang diberi nama Sakuku

Untuk lebih mengenalkan apa itu aplikasi Sakuku, BCA mengadakan event-event di beberapa kota besar di Indonesia yang dibungkus dalam konsep ngobrol bareng blogger. Nah kemarin sore, Bali menjadi kota ke-7 yang disambangi setelah sebelumnya event sejenis dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Medan, Semarang dan Jogjakarta. BCA bekerjasama dengan BBlog mengajak para blogger Bali dari berbagai niche merasakan keseruan serupa dalam event yang bertajuk "Ngobrol Bareng Blogger Bali". 






Mengambil tempat di Livingstone Cafe & Bakery - Kerobokan, acara ini dihadiri oleh blogger-blogger dari berbagai kalangan dan niche. Mulai dari blogger yang masih muda belia sampai yang tergolong sudah sangat senior di bidangnya. Event ini memberi kesempatan bagi para blogger untuk bisa saling mengenal satu sama lain, berbagi informasi serta mendapatkan ilmu-ilmu baru dari sesi sharing oleh narasumber yang dihadirkan. 

Pertama kali menjejakkan kaki masuk ke dalam venue ini, saya langsung terpesona dengan dekorasinya yang indah. Ada banyak properti cantik dan bunga dimana-mana. Suasana cafenya memang tergolong cozy dengan konsep vintage industrial. Begitu masuk kita harus registrasi terlebih dahulu, kemudian diberi kesempatan untuk memilih menu main course yang ingin dinikmati nanti. Kan ceritanya acara ini bukan cuman acara ngobrol bareng tapi sekaligus dinner bareng ditraktir BCA (kurang asik apalagi coba?)
Baca selengkapnya

Selasa, 25 Oktober 2016

Menikmati Afternoon Tea di Sands Restaurant - The Anvaya Beach Resorts Bali

Menikmati "Afternoon Tea"  di Sands Restaurant - The Anvaya Beach Resorts Bali


Istilah "Afternoon Tea" mungkin sudah bukan kata yang baru atau asing di telinga kita. Tradisi ini merupakan salah satu kebiasaan kuno di Inggris yang diperkirakan sudah ada sejak awal abad ke-19. Bermula dari kebiasaan Anna, Duchess Bedford ke-7 yang gemar menikmati sajian berupa teh dan camilan ringan di kebun belakang istananya yang cantik. Sejak saat itu kegiatan minum teh sejenis ini terus bertahan, berkembang dan menyebar hingga ke berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. 

Berakar dari tradisi inilah maka sekarang kita sering mendengar adanya jamuan "afternoon tea" maupun "high tea" yang kerap di sajikan di restoran atau hotel-hotel berbintang. Salah satunya seperti yang ditawarkan di the ANVAYA Beach Resorts Bali. Hotel ini merupakan anggota keluarga teranyar dari Santika Indonesia Hotel & Resorts yang baru saja di buka di kawasan Tuban-Bali. Berbeda dari brand-brand hotel sebelumnya seperti Amaris, Samaya, Santika dan the Kayana yang dilabel dengan bintang empat, maka the ANVAYA ini muncul sebagai versi terbaru, terbesar nan mewah dengan menyandang predikat hotel berbintang lima.

Sunset di pantai the Anvaya Beach Resorts - Bali

Afternoon tea the Anvaya Beach Resorts - Bali
The ANVAYA sendiri dibangun di lokasi yang sangat strategis, berada di kawasan jalan utama Kartika Plaza sangat dekat dari bandara, mall-mall besar serta memiliki sisi pantai yang berpasir putih dengan view sunsetnya yang indah. Tak hanya menawarkan jumlah kamar yang hampir mencapai 500 buah, ANVAYA juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik seperti; swimming pool, spa, private beach serta dua buah restoran sekaligus.




Untuk mengenalkan dan mempopulerkan kuliner dan cita rasa khas Indonesia, the ANVAYA menghadirkan Kunyit Restaurant yang berhasil meraih penghargaan sebagai venue dining terbaik dengan spesialisasi masakan Bali dan Indonesia. Disamping itu ada juga Sands Restaurant and wine cellar yang terletak tepat di tepi pantai.  Mengusung tema kontemporer dengan view lepas pantai yang indah, Sand restaurant menawarkan beraneka jenis hidangan mulai dari tapas, afternoon tea, serta hidangan lokal untuk breakfast, lunch maupun romantic sunset dinner. Pokoknya tempat yang satu ini seperti sebuah paket lengkap, hidangannya memikat dengan view yang indah.


Sabtu kemarin saya dan teman-teman dari Mekulicious berkesempatan untuk menikmati jamuan afternoon tea serta dinner di restoran ini. Lokasinya yang benar-benar menghadap tepi pantai membuat kita ingin berlama-lama berada disani, menikmati aneka sajian yang dihadirkan plus view matahari terbenam yang cantik. Walaupun kala itu langit agak kurang bersahabat karena mendung jadi sunsetnya cenderung kurang maksimal.



Sajian afternoon tea ini bisa dinikmati mulai dari jam 3 sampai jam 5 sore dengan harga yang tergolong ramah di kantong yaitu IDR 155k++ per orang. Dengan harga ini kita akan mendapatkan satu set menu afternoon tea yang disajikan dalam tray bersusun tiga nan elegan. Terdiri dari camilan ringan beraneka jenis, mulai dari pastry manis, kue-kue tradisional serta scone yang disajikan dengan butter and jam. Semua varian camilan ini dibuat langsung dari dapur hotel ini alias homemade. Sementara untuk minumannya selain disajikan bersama teh atau kopi, kita juga bisa memesan aneka juice segar. Bayangkan menikmati afternoon tea dengan view pantai lepas dan sunsetnya yang indah bersama orang tersayang, pastinya bisa jadi moment yang sayang untuk dilewatkan.







Baca selengkapnya

Jumat, 21 Oktober 2016

Cocoa Brownies ( Tanpa DCC )

Cocoa Brownies ( Tanpa DCC )
Cocoa Brownies ( Tanpa DCC )
Semalam niat diet akhirnya gagal, pokoknya salahkan Dita Soehardi karena kemarin malemnya dia ngegossip soal foto brownies yang dipake tanpa ijin oleh salah satu akun jualan di instagram . Saking menggodanya itu foto, saya juga jadi ikutan tergoda mupeng brownies. 

Cek ricek isi lemari dapur ternyata stock DCC (dark cooking chocolate) abis, bingung deh udah malem mana ada toko yang buka. Tapi kemupengan mengalahkan segalanya, iseng browsing brownies enak tanpa dcc dengan bantuan mbah google akhirnya ketemu blognya mba Oki (Dapur Mama Aisyah) judul resepnya Best Cocoa Brownies tanpa DCC. Dibaca-baca dan diamati kayaknya hasilnya ok juga dan langsung eksekusi. 


Karena saya suka sok experiment jadi saya masukkan dua sachet chocochino merk goodt**e kedalam adonannya plus topping dulce de leche. Hasilnya? lumayan enak shinny crustnya dapet, moistnya dapet apalagi setelah diinapkan semalaman hasilnya makin moist. Memang sih pasti nggak bisa ngalahin nyoklatnya DCC tapi untuk versi irit dan kepepet resep ini patut dicoba. Thank you sharingnya mba Oki. 

Oh ya untuk menyelamatkan program diet saya dari dosa yang lebih besar akhirnya pagi ini saya packing browniesnya untuk dibawa suami ke kantor hihihi.. aman. Yuk ah yang lagi pengen brownies tapi kehabisan stock dcc bisa cobain resep ini. 
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Apple Muffin With Dulce De Leche Filling

Apple Muffin With Dulce De Leche Filling

Punya stock apel masih lumayan banyak, mulai bingung nyari-nyari ide mau dibikin apa. Nah kebetulan keinget kalau masih punya stock sekaleng dulce de leche jadi kepikiran mau bikin muffin aja biar gampang. Tapi bedanya muffin apel kali ini diisi dengan filling dulce de leche yang wangi dan creamy itu. Resepnya pakai resep lama hanya ditambah bagian filling saja. Yang mau nyobain berikut saya share resepnya lagi ya :





Baca selengkapnya

Selasa, 18 Oktober 2016

Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce

 Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce

Bagi foodies penyuka pasta pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama "farfalle", tapi mungkin ada sebagian dari kita yang masih agak kurang familiar dengan istilah ini. farfalle atau yang biasa dikenal dengan sebutan "bow-tie pasta" adalah salah satu varian  pasta dengan ciri khas bentuknya yang cantik menyerupai dasi kupu-kupu. Nama farfalle sendiri diambil dari kata dalam bahasa Italia "farfalla" yang berarti kupu-kupu. 

Farfalle aka Bow-tie pasta


Meskipun bentuknya berbeda jauh dari pasta seperti spaghetti dan kawan-kawannya tapi cara pengolahan farfalle ini bisa dibilang sama mudahnya dengan jenis pasta lainnya. Menurut beberapa sumber yang saya baca, parfalle ini paling cocok disajikan dengan saus pesto, saus cream atau saus tomat. Nah karena itu kali ini saya mencoba mengolah pasta cantik ini dengan saus tomat dan cream serta tambahan Italian sausage yang kaya rempah. 


Italian sausage by Bali Highlands Organik


Kebetulan masih punya stock Italian Sausage dari Bali Highlands Organik jadi bisa sekalian diolah untuk melengkapi pasta dasi kupu-kupu ini. Oh ya bagi yang belum tau Italian sausage (salsiccia) adalah varian sausage/sosis yang biasanya berbahan dasar daging babi yang memiliki rasa khas karena dibumbui dengan biji adas, bunga lawang serta aneka rempah lainnya. Bentuknya juga cenderung lebih besar dari sosis jenis lainnya. Bagi foodies yang tidak makan daging babi, bagian Italian sausagenya bisa diganti dengan varian sausage lain atau bahkan dengan daging giling segar. 

Supaya postingannya nggak ngalor ngidul kesana kemari berikut ini saya tuliskan resepnya ya, iapa tau ada yang mau mencoba untuk alternative menu makan siang atau makan malam yang simple. 


 Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce

 Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce

 Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce



RESEP
Farfalle and Italian Sausage in Tomato Sauce


Bahan-Bahan:
  • 2 sdm minyak olive
  • 4 buah italian sausage
  • 1/2 buah paprika merah
  • 1/2 buah bawang bombay cincang kasar
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • Pasta tomat siap pakai secukupnya
  • 1/2 cup cooking cream
  • 400 gram farfalle (masak sesuai petunjuk pada kemasan)
  • 1 buah tomat , hilangkan bijinya potong dadu
  • 1 sdt daun rosemary, bisa pakai yang fresh maupun kering
  • garam dan merica secukupnya
  • ektra bawang putih untuk merebus italian sausage
  • Air untuk merebus sausage

Pelengkap:
Italian sausage yang dipanggang dan dibumbui dengan garam dan merica.


Cara Membuat:

  1. Didihkan air dalam panci kemudian rebus italian sausage dengan beberapa siung bawang putih dan sedikit daun rosemary. Rebus hingga sosis tidak berwarna pink lagi. Angkat dan tiriskan kemudian iris-iris sausage sesuai selera. sisihkan.
  2. Panaskan wajan, beri minyak olive lalu tumis bawang bombay dan bawang putih cincang hingga harum, masukkan potongan paprika dan tomat serta daun rosemary. Aduk rata
  3. Tambahkan sausage yang sudah direbus tadi, aduk hingga tercampur rata .
  4. Masukkan pasta tomat siap pakai, aduk perlahan kemudian tambahkan cooking cream, kecilkan api sambil diaduk hingga tercampur. Masak sampai saus meletup-letup, lakukan test rasa, tambahkan garam dan merica sesuai selera.
  5. Masukkan Farfalle pasta yang sudah direbus, aduk rata. Sajikan hangat dengan pelengkap.  
 


Baca selengkapnya

Kamis, 06 Oktober 2016

Mie Ayam Jamur Homemade


Mie Ayam Jamur Homemade


Yuhuuu setelah sekian lama akhirnya bikin mie ayam lagi. Nggak nanggung-nanggung kali ini sampai mienya juga homemade bukan pakai mie siap pakai. Awalnya sih cuman niat biking topping ayam jamurnya saja, tapi kok pas dikerjakan malah langsung lanjut bikin mie sendiri ( hihihi antara rajian dan kurang kerjaan). Tapi memang nggak ada yang ngalahin rasa mie buatan rumah yang fresh tanpa pengawet. Begitu selesai digiling dan dipotong-potong langsung di rebus disajikan bersama topping ayam jamur dan kuah kaldunya yang gurih. Top deh apalagi dinikmati saat musim hujan seperti sekarang ini… makin endes. 



Dari sekian banyak jenis makanan yang sering saya beli di luaran sana, mie ayam adalah salah satu  yang paling jarang saya beli. Alasannya karena belakangan banyak banget isu negative yang menerpa penjual mie ayam jadi kadang jajan mie ayam diluar suka penuh perasaan was-was dan makannya jadi nggak tenang.

Jadi gitu deh, kalau mood lagi pengen banget makan mie ayam, mau nggak mau saya menyempatkan waktu untuk bikin mie ayam sendiri supaya bebas rasa was-was, makannyapun jadi nyaman dan puas. Bikin sendiri memang lebih ribet daripada beli jadi tapi percayalah usaha dan waktu yang dicurahkan akan terbayar dengan hasilnya, menikmati semangkok mie ayam fresh tanpa pengawet dengan topping dari bahan-bahan yang jelas kualitasnya. Nah yang mau nyoba bikin mie ayam sendiri, berikut ini saya share resepnya lagi ya .

membuat mie telur sendiri

Mie Telur Homemade
Resep by Diah Didi

Bahan-Bahan:
  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 50 gram tepung sagu / tapioka
  • 2 butir telur
  • 1 sendok teh garam Air untuk merebus

Untuk taburan :
  • 50 gram tepung terigu protein tinggi

Cara membuat :

  1. Aduk rata semua bahan hingga bergumpal. Diamkan 15 menit.
  2. Uleni adonan hingga rata dan kalis.
  3. Giling di gilingan mie berulang-ulang hingga adonan halus.
  4. Tipiskan sesuai selera ketebalan mienya. Potong-potong dengan pemotong mie yang kecil. taburi bahan lapisan agar mienya tidak saling menempel.
  5. Rebus 1000 ml air dan 1 sendok makan minyak goreng.
  6. Masukkan mie jika sudah mendidih.
  7. Masak hingga matang, tiriskan.
  8. Mie telur homemade siap diolah  
 
 


MIE AYAM JAMUR
Resep by CatatanNina

Bahan-Bahan :
  • 300 gr mie basah (saya pakai mie telur homemade, rebus hingga matang)
  • 1 ikat sawi hijau, potong-potong
  • 100 gr kulit ayam

Bahan Tumisan Ayam Jamur :
  • 250 gr dada ayam, potong dadu kecil
  • 200 gr jamur kancing atau champignon belah 4
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 6 sdm kecap manis
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1/2 sdm tepung sagu yang dilarutkan dengan sedikit air

Bahan Kuah :
  • 1 liter air kaldu (dari air yang direbus bersama tulang ayam)
  • 2 siung bawang putih, geprek
  • 2 cm jahe, geprek
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdm minyak goreng

Pelengkap :
  • Bakso sapi / bakso ayam
  • Daun bawang, iris tipis
  • Bawang goreng
  • Krupuk pangsit (saya nggak pakai)
  • Saus sambal

Cara Membuat :
  1. Siram mie basah dengan air panas atau rebus mie telur kering hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
  2. Panaskan kulit ayam yang diletakkan di atas wajan hingga keluar minyaknya dan kulit kering. Angkat dan sisihkan.
  3. Tumisan Ayam Jamur :
  4. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum dan layu, masukkan ayam, aduk hingga berubah warna.
  5. Tuang kecap manis, saus tiram, garam, merica dan gula. Masak hingga ayam matang.
  6. Masukkan irisan jamur dan kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sebentar hingga matang dan bumbu meresap. Test rasa.
  7. Angkat dan sisihkan.

Kuah Kaldu:
  1. Dalam panci, panaskan minyak goreng kemudian tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
  2. Masukkan air kaldu, kemudian bumbui dengan garam dan merica bubuk.
  3. Masak hingga mendidih kemudian angkat dan taburi dengan irisan daun bawang.

Penyelesaian :
  1. Dalam mangkuk saji, tuang minyak ayam dan beri mie diatasnya. Aduk rata dengan memakai sumpit atau garpu hingga minyak ayam tercampur dengan mie ayam.
  2. Rebus sawi hijau dalam kuah panas/air mendidih hingga layu, kemudian letakkan di atas mie.
  3. Tambahkan tumisan ayam jamur, bakso, krupuk pangsit, irisan daun bawang dan bawang goreng.
  4. Sajikan hangat dengan kuah kaldu dan saus sambal favorit.

Note:
  1. Apabila tidak memakai minyak ayam, bisa ditambahkan minyak wijen untuk dicampurkan dengan mie. 



Baca selengkapnya

Senin, 03 Oktober 2016

Pork Chop in Black Pepper Sauce Served with Garlic Roasted Baby Potato and Fresh Vegetable Salad



Belakangan ini di Bali sedang trend resto yang menjual menu pork terutama pork ribs. Beberapa cafe dan resto baru mulai bermunculan dengan mengusung menu yang satu ini sebagai menu utama. Karena konsumen di Bali mayoritas memeluk agama Hindu dan juga wisatawan yang notabene boleh makan babi, jadi peluang pasar untuk hidangan berbahan dasar porky ini cukup besar dan menjanjikan. 

Seiring dengan banyaknya resto dan cafe yang menjual hidangan berbahan dasar pork, tentunya kebutuhan supply daging juga mulai meningkat. Nah peluang ini dilihat dengan jeli oleh Mba Novie Gehlen. Ia adalah Ibu dari dua orang anak sekaligus entrepreneur muda yang sebelumnya sudah sukses mengelola healthy cafe bernama Warung Kecil serta Biro; sebuah coworking space plus cafe yang berlokasi di kawasan Renon - Denpasar.  



Kali ini ia meluncurkan sesuatu yang bisa dibilang masih baru dan sangat jarang di Bali, namanya Bali Highlands Organik. Sesuai dengan namanya bisnis ini dibangun dengan mengusung tema organik baik dalam pemeliharan babi ternaknya maupun perkebunan sayurnya. Berlokasi di Karangasem - Bali Timur, Bali Higlands Organik dibentuk sebagai sebuah usaha peternakan babi yang mengembangbiakkan ternaknya dengan cara yang lebih sehat dan berkelanjutan. Babi-babi yang ada di peternakan ini dibiarkan hidup sealami mungkin,  bebas lepas di areal perternakan, diberi pakan yang alami dan tanpa disuntik dengan hormon tambahan  (free range pork). Menurut mba Novie sendiri, babi yang sehat dan happy akan menghasilkan daging yang jauh lebih enak.



Sampai hari ini Bali Higlands Organik sudah menyediakan beberapa jenis produk olahan babi antara lain; pork chop, pork tenderloin, pork shoulder, pork loin, pork ribs, bacon, ham, sausage serta kerupuk babi atau pork rind crackers. Nah lebih spesialnya lagi setiap konsumen yang membeli produk-produk mereka akan mendapatkan bonus sayuran dan rempah daun segar yang langsung di supply dari perkebunan organik mereka. Jadi bagi foodies yang punya usaha cafe, resto atau hotel yang membutuhkan supply daging babi, bisa langsung menghubungi Bali Higlands Organik untuk supply daging yang lebih sehat dan berkualitas. 




Seminggu yang lalu saya memesan beberapa jenis produk yang mereka sediakan seperti pork chop, sausage dan pork ribs tentunya dengan extra sayuran organik yang super fresh. Tapi saya baru sempat mengolah pork chopnya saja, daging pork chopnya sendiri dikemas dalam kemasan vakum berukuran 1 kg seharga Rp. 135.000 terdiri dari dua buah potongan besar pork chops dengan daging yang super tebal. 

Phone :  081236125525


Berhubung pak suami doyan yang dipanggang-panggang jadi saya olah pork chopnya dengan cara di panggang lalu disajikan dengan siraman saus black pepper, baby potato dan tentunya salad sayuran organik tadi. Jujur saja baru kali ini saya makan daging babi selembut dan seempuk ini, sama sekali tidak ada bagian yang alot atau keras dari dagingnya. Mungkin memang benar kata mba Novie tadi kalau babi yang sehat dan happy akan menghasilkan daging yang jauh lebih enak. 

Nah bagi yang mau nyobain bikin pork chop ini, berikut ini saya tuliskan resepnya ya. 

Baca selengkapnya

Sabtu, 01 Oktober 2016

Choi Pan Atau Chai Kue Khas Pontianak




choi pan atau chai kue khas Pontianak

Choi pan atau chai kue merupakan salah satu makanan yang sangat identik dengan kota Pontianak, Kalimantan Barat. Meskipun sangat populer dan sudah dikenal lama di Pontianak ternyata choi pan ini bukan makanan asli Pontianak melainkan hasil pengaruh yang dibawa oleh keturan Chinese perantauan dari Tiongkok yang datang dan menetap di Indonesia. Hal ini terlihat dari asal kata chai kue atau choi pan itu sendiri yang berasal dari bahasa China, dimana chai berarti sayuran sementara kue berarti kue, jadi secara harfiah chai kue berarti kue yang berisi sayuran.

choi pan atau chai kue khas Pontianak


Choi pan sendiri memang merupakan sejenis dimsum yang berisi sayuran dan dimatangkan dengan cara dikukus. Isiannya biasanya variatif mulai dari bengkoang dan talas yang dicampur ebi atau rebung dan kucai yang diiris. Sementara bagian kulitnya dibuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu sehingga menghasilkan texture kulit yang licin dan kenyal, lalu bagian luarnya dilumuri dengan minyak bawang putih dan bawang putih yang digoreng. 

choi pan atau chai kue khas Pontianak

Untuk penyajiannya, choi pan selalu disandingkan dengan cocolan saus bawang putih yang pedas menggigit. Jadi menikmati choi pan ini kita akan merasakan beberapa macam rasa sekaligus, rasa manis dari bengkoang, gurih dan asin dari penggunaan bumbu dan ebi lalu ada rasa pedas dari saus cocolannya. Choi pan memang paling nikmat disantap selagi hangat. Jika di Pontianak, hidangan ini bisa dijumpai hampir di semua pelosok wilayah bahkan dijajakan keliling. Tapi tidak begitu dengan kota lainnya, mungkin kita masih bisa dengan mudah menemukan choi pan di Singkawang, Bangka Belitung bahkan Jakarta, tapi di Bali ? disini hampir sama sekali belum pernah ketemu penjual choi pan kecuali sengaja mencari ke resto yang menjual Chinese food.

choi pan atau chai kue khas Pontianak


Guna menghilangkan rasa penasaran dan keinginan saya makan choi pan, beberapa waktu lalu saya menyempatkan waktu untuk membuat choi pan sendiri. Kebetulan waktu itu mba Ayu Diah Respatih posting foto dan resep choi pan di instagram yang diadaptasi dari majalah Femina. Postingannya semakin membuat saya ngiler dan tergoda untuk mencoba membuat sendiri. Nah berikut ini saya tuliskan kembali resepnya ya, siapa tau ada yang tertarik mau bikin juga.


choi pan atau chai kue khas Pontianak


Resep Choipan / Chai Kue
Resep asli dari Femina via Momylicious

Bahan Isian:

  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 25 gram ebi, rendam air, tiriskan, cincang (pilih ebi kualitas baik)
  • 250 gram bengkuang, kupas, serut kasar
  • ¼ sdt merica
  • ¼ sdt garam
  • 3 sdm minyak sayur

Bahan Kulit:
  • 100 gram tepung beras
  • 2 sdm tepung sagu
  • 3 sdm minyak sayur
  • 250 ml air

Pelengkap:

Sambal, haluskan dalam blender:
  • 10 buah cabai rawit merah, rebus
  • 100 ml air matang
  • 3 siung bawang putih, rebus
  • 2 sdt gula pasir
  • 2 sdt jeruk nipis/ cuka
  • ½ sdt garam

Bawang putih goreng:
  • 100 ml minyak sayur,
  • 6 siung bawang putih, cincang halus (goreng, simpan bersama minyak bekas menggorengnya. Minyak dipakai untuk mengoles choipan setelah matang)

Cara Membuat:
Isi: 
  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. 
  2. Masukkan ebi, bengkuang, merica, dan garam. 
  3. Masak hingga sayuran layu dan kering, angkat. Sisihkan.

Kulit: 
  1. Campur semua bahan, kecuali air. 
  2. Masukkan air secara bertahap sambil diaduk hingga larut semua. 
  3. Kemudian rebus dengan api kecil di wajan anti lengket, hingga menggumpal, kalis dan kering (sdh tak berair)
  4. Ambil 2 sdm adonan kulit, bentuk bulat, pipihkan. 
  5. Sendokkan 1 sdm bahan isi di tengah kulit. 
  6. Lipat membentuk bulan sabit, tekan bagian tepinya hingga merekat. 
  7. Ulangi langkah yang sama untuk sisa bahan.
  8. Kukus dalam dandang panas beralaskan daun pisang yang sudah dioles minyak. 
  9. Kukus 15 menit. Angkat. Sajikan disertai pelengkap.




Baca selengkapnya