Senin, 20 Juni 2016

Keseruan Acara Panasonic Cooking Chefs Kitchen Series di Bali

Panasonic Cooking "Chef's Kitchen Series"
Keseruan Acara Panasonic Cooking "Chef's Kitchen Series" bersama Femina Magazine di Bali



Anyone can cook - Sebuah kalimat sakti milik Chef Auguste Gusteau (karkater dalam film Ratatouille) yang mungkin sudah berhasil menginspirasi banyak orang untuk mau masuk ke dapur dan belajar memasak, termasuk saya salah satunya. Kalimat sederhana ini jika di artikan kedalam bahasa Indonesia memiliki arti "setiap orang bisa memasak", dulu mungkin kita agak ragu dengan kebenaran kalimat ini tapi sekarang hal ini bukan lagi sesuatu yang mustahil.

Seiring dengan perkembangan tekhnologi, banyak produsen elektronik mulai berlomba-lomba menciptakan peralatan memasak yang mampu mempermudah proses memasak itu sendiri. Menjadikan memasak jauh dari kesan ribet, kotor dan berantakan.

Melihat kesempatan ini Panasonic Corporation tak mau kehilangan peluang. Sebagai salah satu produsen elektronik terbesar di Asia, Panasonic menghadirkan terbosan-terobosan baru dengan rangkaian produk memasak canggih yang diperkenalkan ke pasaran melalui lini Panasonic Cooking. 


Mba Novi selaku perwakilan majalah Femina menyerahkan cinderamata kepada mas Rizky perwakilan dari Panasonic Cooking
Mba Novi selaku perwakilan majalah Femina menyerahkan cinderamata kepada mas Rizky perwakilan dari Panasonic Cooking

Guna mengenalkan rangkaian produk-produk terbarunya, dua tahun belakangan Panasonic Cooking menjalin kerjasama dengan majalah wanita Femina untuk menghadirkan even-even memasak di berbagai kota  di Indonesia yang bertajuk Panasonic Cooking "Chef's Kitchen Series".
Baca selengkapnya

Jumat, 10 Juni 2016

Crispy Baked Chicken Katsu

Chicken Katsu
Crispy Baked Chicken Katsu 

Chicken katsu atau tori katsu merupakan salah satu sajian ala Jepang yang populer hingga ke mancanegara termasuk Indonesia. Biasanya hidangan ini hampir selalu ada di daftar menu restaurant yang menyajikan masakan Jepang atau Japanese food. 

Chiken katsu terbuat dari irisan daging ayam yang ditipiskan kemudian dicelupkan dalam kocokan telur, dibalur dengan tepung bumbu dan bread crump lalu digoreng hingga garing. Hidangan ini disajikan dalam potongan-potongan kecil dan dilengkapi dengan saus tonkatsu (sejenis saus Worcestershire ala Jepang).



Katsu sendiri merupakan singkatan dari kata katsuretsu yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti irisan daging atau sayatan daging. Jadi istilah katsu ini digunakan bagi hidangan yang berbahan dasar daging yang diiris tipis (cutlet) baik itu daging ayam (tori katsu) , daging babi (tonkatsu) maupun daging sapi (beef katsu). 

Ngomong-ngomong soal chicken katsu, kemarin saya tiba-tiba ingin makan chicken katsu tapi agak ragu karena proses memasaknya yang dilakukan dengan cara deep fried atau digoreng. Kebetulan belakangan saya sedang mengurangi asupan gorengan dan makanan berlemak.  Tapi karena masih penasaran dan keinginan makan chicken katsu masih menggebu-gebu jadi saya iseng browsing resep alternative chicken katsu yang lebih sehat. 



Akhirnya saya ketemu resep dari www.justonecookbook.com yang berjudul crispy baked chicken katsu. Dari namanya saja sudah ketahuan kalo katsu yang satu ini dimatangkan dengan cara dipanggang bukan di goreng. 

Tanpa buang-buang waktu akhirnya saya langsung mencoba membuat chicken katsu dengan resep ini dan hasilnya lumayan tidak mengecewakan. Intinya texture renyah dari breadcrumb didapatkan  dengan cara menggoreng bread crumb dengan olive oil terlebih dahulu sebelum dibalurkan pada irisan ayam. Kekurangan dari hasil chicken katsu yang dipanggang ini hanya ayamnya jadi sedikit lebih kering dan kurang juicy dibanding jika kita matangkan dengan digoreng. Tapi overall bagi saya hasilnya tidak mengecewakan dan lumayan bisa menghilangkan kangen menikmati chicken katsu tanpa harus berurusan dengan hitungan kolesterol dari gorengan.

Nah bagi foodies yang ingin menikmati chicken katsu yang lebih sehat, mungkin resep ini bisa jadi pilihan untuk dicoba. 




Crispy Baked Chicken Katsu  
translated from www.justonecookbook.com


Bahan-Bahan:

  • 1 cup tepung roti / bread crumb/ panko
  • 1 sdm minyak olive
  • 450 gram dada ayam tanpa tulang. (sekitar 1 buah dada ayam utuh , butterfly)
  • Garam secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya (lebih baik gunakan merica yang fresh)
  • 1/4 cup tepung bumbu
  • 1 butir telur ukuran sedang
  • 1 sdm air 

Bahan-Bahan Saus Tonkatsu :
  • 1 sdm saus sambal
  • 2½ sdt sausWorcestershire
  • 1½ sdt saus tiram
  • 1⅛ sdt gula pasir ( bisa dianti dengan madu)
Aduk rata semua bahan jadi satu, sisihkan


Cara Membuat :
  1. Panaskan oven dengan suhu 20 derajat celcius.
  2. Dalam wajan campurkan panko dengan minyak olive kemudian sangrai dengan api sedang sambil terus diaduk hingga warnanya berubah menjadi coklat keemasan.  Sisihkan
  3. Bagi dua dada ayam kemudian iris tipis menjadi beberapa bagian. Lumuri kedua sisi irisan dada ayam dengan merica dan garam secukupnya.
  4. Dalam wadah atau piring terpisah tuangkan tepung bumbu, dan diwadah lainnya kocok telur bersama air hingga menyatu.
  5. Ambil irisan dada ayam kemudian balurkan dalam wadah yang berisi tepung bumbu, tepuk-tepuk agar tepung yang berlebihan terlepas ayam .
  6. Celupkan dada ayam yang sudah dibalur tepung kedalam kocokan telur lalu terakhir gulingkan dalam panko yang sudah disangrai. Tekan-tekan agar panko melekat dengan sempurna pada ayam.
  7. Lakukan hingga semua irisan dada ayam habis.
  8. Alasi loyang dengan kertas roti lalu tata , irisan ayam yang sudah dibalur panko diatas loyang.
  9. Panggang sampai ayam matang atau bagian dalamnya tak lagi berwarna pink, sekitar 25-30 menit. Letakkan loyang di rak tengah oven.
  10. Setelah matang, iris-iris chicken katsu dan sajikan dengan saus tonkatsu dan salad*.  Selamat menikmati

*Untuk saladnya akan saya posting dalam postingan terpisah. 



 






 

 
Baca selengkapnya

Rabu, 08 Juni 2016

Spicy Cinnamon Roasted Cashew

Spicy Cinnamon Roasted Cashew
Spicy Cinnamon Roasted Cashew


Kacang mede atau kacang mente merupakan varian kacang-kacangan yang berasal dari biji jambu mente atau jambu monyet. Bagian biji dari jambu ini dilepaskan dari daging buahnya lalu dikeringkan dan bisa diolah menjadi aneka jenis panganan. Saya sendiri suka mengolah kacang mente sebagi topping brownies maupun pelengkap dalam olahan ayam seperti ayam kung pao (kung pao chicken). 

Nah kemarin saya membeli satu kilogram kacang mente mentah dengan kwalitas grade A, bijinya masih utuh dan bersih. Karena kwalitasnya yang tergolong baik maka kisaran harga kacang dengan grade ini juga tergolong lumayan mahal yaitu berkisar Rp. 120. 000 per kilonya. 

Spicy Cinnamon Roasted Cashew


Awalnya beli kacang mente sekilo dengan niat mau bikin susu kacang mente sekaligus untuk pelengkap bikin brownies. Tapi kok tiba-tiba berubah fikiran ingin mencoba membuat sesuatu yang berbeda. Mendadak, bayangan kacang mente berbalut bumbu pedas manis mulai sliweran di kepala. Biasanya mente yang sudah berbumbu seperti ini, harga lebih mahal lagi, saya sering beli yang berukuran 70 gram dengan harga Rp. 30.000, lumayan kan kalo bikin sendiri dari kacang sekilo tadi bisa hemat berapa banyak (otak emak-emak pelit beraksi). 

Setelah ubek-ubek resep kesana kemari via Google akhirnya saya ketemu satu resep yang lumayan simple. Bahan-bahannya sedikit dan step by step pembuatannya tergolong mudah. Resep aslinya saya contek dari slapdashmom.com yang berjudul Cinnamon Roasted Cashew, tapi berhubung saya doyan yang agak-agak pedas jadi resepnya saya modif sedikit dengan menambahkan chilli flakes atau cabai kering. Hasilnya kacang mente panggang yang kriuk dengan balutan bumbu pedas manis plus wangi cinnamon yang semriwing. 

homemade chilli flakes

Cuman butuh waktu kurang dari 30 menit loh untuk mendapatkan kacang mente panggang yang enak ini. Berikut ini saya tulisakan kembali resepnya siapa tau bisa jadi referensi untuk cemilan dirumah atau sajian yang bisa dihidangkan saat lebaran nanti. Oh ya kacang ini juga bisa dikemas dalam jar kaca atau kemasan yang cantik untuk dijadikan oleh-oleh, hadiah maupun hampers bagi kerabat atau orang terkasih. 

Spicy Cinnamon Roasted Cashew
Spicy Cinnamon Roasted Cashew


Spicy Cinnamon Roasted Cashew 
Source : modified from slapdashmom.com

Bahan-Bahan :

  • putih telur dari satu butir telur ayam 
  • 1 sdm air 
  • 1 1/2 cup kacang mente utuh 
  • 1/2 cup gula pasir
  • 1/4 sdt garam 
  • 1/2 sdt bubuk cinnamon 
  • 1/2 sdt chilli flakes atau cabai kering ( bisa juga menggunakan cabai bubuk , takarannya bs disesuaikan selera)

Cara Membuat :
  1. Aduk putih telur dengan air , kocok lepas sampai air dan telur terlihat menyatu. 
  2. Dalam mangkok yang lebih besar, masukkan kacang mente dan aduk bersama campuran putih telur tadi. aduk rata 
  3. Campurkan, gula pasir, garam, dan bubuk cinnamon kemudian taburkan diatas kacang mente yang sudah berbalut putih telur, goyang-goyangkan mangkok agar kacang mente rata terbalur bumbu. 
  4. Panaskan oven dengan suhu 170 derajat celcius, gunakan api atas dan bawah. 
  5. Tata mente diatas loyang, ratakan jangan sampai lapisan mente telalu tebal, cukup satu layer saja agar matangnya merata.
  6. Panggang kacang mente dalam oven selama 20 sampai 25 menit hingga matang. Letakkan pada rak bagian tengah jangan terlalu diatas atau terlalu di bawah.  Usahakan untuk mengeluarkan dan mengaduk mente 2 kali selama pemanggangan. Ketika mengaduk yang terakhir taburkan bubuk cabai atau cabai kering ke atas kacang mente. aduk rata dan panggang kembali sampai matang. 
  7. Setelah matang keluarkan dari oven, segera lepaskan dari loyang dan pindahkan ke wadah lain karena ketika cairan gula mengering, mente akan susah dilepaskan dari loyang. 
  8. Simpan kacang mente panggang dalam wadah keda udara saat sudah dalam suhu ruangan. 

Note :
  1. Jangan memanggang terlalu lama agar mente tidak gosong
  2. Ketika dikeluarkan dari oven , mente tidak langsung garing tapi akan mengeras dan garing saat sudah mulai dingin. 
  3. Jangan memanggang mente dalam lapisan yang terlalu tebal, ratakan mente satu lapis saja agar panas dan matangnya merata. 
  4. Jika tidak suka pedas, bagian cabai kering bisa di skip

Baca selengkapnya

Senin, 06 Juni 2016

M&M'S Cookies

M&M'S Cookies

Hai ... hai Foodies, pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi semua teman-teman yang merayakan, semoga puasanya bisa lancar sampai hari terakhir ya. 

Ngomong-ngomong soal puasa biasanya identik dengan aneka hidangan untuk berbuka dan sahur, takjil ataupun persiapan kue kering untuk lebaran nanti. Nah kali ini saya ingin berbagi satu resep cookies yang praktis dan gampang dibuat. Siapa tau bisa menambah referensi varian kue kering yang akan disajikan saat lebaran nanti.  

Bahan utamanya menggunakan M&M's Chocolate candies, ini bukan endorse loh ya heheh. Saya pakai permen coklat ini karena  ini adalah pemberian dari mba Dea waktu acara Panasonic Culinary Trip kemarin. Waktu itu saya janji mau bikin cookies pakai coklat ini dan setelah 3 bulan berlalu akhirnya kesampaian juga bikin cookiesnya. 

Resep dasarnya menggunakan resep yang ada di kemasan belakang M&M's ini, hanya saya modif beberapa bagian untuk menyesuakan dengan selera. Yang mau mencoba membuat sendiri,  berikut ini saya tuliskan kembali resepnya ya. 






M&M'S Cookies 
Source : M&M's official recipe with modification


Bahan-Bahan : 
  • 256 gram terigu
  • 100 gram gula pasir
  • 227 gram mentega
  • 1 butir telur
  • 50 gram chocochips
  • 145 gram gula palm
  • 1 sdt garam
  • 1 1/4 sdt baking powder
  • 1 1/2 sdt vanilla ekstrak 
  • 1 sdm coklat bubuk (optional)
  • 1 3/4 cup M&M's Dark Chocolate candies


Cara Membuat:
  1. Kocok gula pasir, gula palm dan mentega hingga tercampur rata. Jangan mengocok terlalu lama karena adonan tidak perlu sampai mengembang. 
  2. Masukkan 1 butir telur dan vanila ekstrak, kemudian kocok sebentar agar tercampur rata saja. 
  3. Dalam wadah lain, ayak terigu, baking powder dan garam ( jika memakai coklat bubuk ambil 1 sdm tepung terigu dan ganti dengan 1 sdm coklat bubuk)
  4. Aduk dengan spatula sampai adonan tercampur rata. 
  5. Masukkan chocochips dan M&M's Dark Chocolate candies, campur rata. 
  6. Bungkus adonan dengan plastic wrap kemudian simpan dalam kulkas minimal 1 jam atau semalaman. 
  7. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celcius.
  8. Semir loyang dengan margarine tipis-tipis, kemudian bentuk cookies dengan sendok bulat. Beri jarak saat meletakkan adonan satu dengan lainnya. 
  9. Panggang cookies dengan suhu 180 derajat celcius selama 8 sampai 10 menit untuk cookies yang chewy atau selama 15 - 20 menit untuk cookies yang crispy. 
  10. Setelah matang, keluarkan cookies dari oven dan diginkan diatas cooling rack. simpan cookies dalam wadah kedap udara agar lebih tahan lama. 
  11. Selamat mencoba 
Baca selengkapnya

Minggu, 05 Juni 2016

Masak Bareng Ibu Sisca Soewitomo di Ubud Food Festival 2016

Masak Bareng Ibu Sisca Soewitomo di Ubud Food Festival 2016
Kemeriahan Ubud Food Festival 2016 mungkin sudah usai, tapi setelah sepekan berlalu event ini masih meninggalkan kesan dan pengalaman luar biasa bagi saya. Keseruan acaranya yang tiada henti selama tiga hari berturut-turut mampu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. 
Menikmati berbagai jenis hidangan dari yang paling tradisional khas Indonesia sampai menu-menu Western yang berpadu apik dalam suasana pasar malam. Selain makanan, Yayasan Mudra Swari Saraswati selaku penggagas dan pelaksana UFF 2016 juga mampu menghadirkan lebih dari 60 figur kuliner ternama baik dari Indonesia maupun mancanegara. 

beberapa pembicara dalam Ubud Food Festival 2016

Beberapa nama diantaranya seperti Bart van Olphen yang terkenal dengan channel youtube-nya "Fish Tales", Ia juga merupakan kawan dekat dari celebrity chef Jamie Oliver. Margarita Fores, seorang chef wanita kelahiran Filipina yang pernah dinobatkan sebagai Asia's Best Female Chef of 2016. Lalu dari dalam negeri ada nama-nama besar seperti Chef William Wongso, Pak Bondan Winarno, Farah Quinn, Bara Pattiradjawane dan tak ketinggalan the Queen of Indonesian Cuisine; Ibu Sisca Soewitomo juga hadir dan banyak mengisi acara pada event Ubud Food Festival di tahun 2016 ini. 
 

Ibu Sisca merupakan figur yang sangat familiar di dunia perkulineran Indonesia, wajah dan namanya sudah malang melintang di media cetak maupun online selama berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan resep-resepnya sudah dibukukan dalam ratusan judul buku. Saya sendiri menonton acara yang ia bawakan sejak masih duduk di bangku SD dan hebatnya kecintaan dan passion Ibu Sisca pada masakan Indonesia masih bertahan sampai sekarang. Secara pribadi, rasanya senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan sosok beliau yang sangat inspiratif. Tak hanya piawai dalam menyajikan aneka jenis hidangan mulai dari jajanan tradisional sampai makanan utama, ternyata beliau juga seseorang yang amat sangat ramah dan menyenangkan. 

Buku-Buku karya Ibu Sisca Soewitomo
Sempat berbincang ringan dengan beliau mengenai eksistensi hidangan tradisional di tengah gempuran kekinian serta bagaimana pendapat beliau tentang penyelenggaraan Ubud Food Festival ini yang nantinya akan saya upload dalam bentuk video (menyusul). Bisa mengenal sosoknya dengan lebih dekat semakin menegaskan bahwa ia adalah pribadi yang down to earth dan patut dijadikan panutan. 
Ibu Sisca mendapatkan penghargaan UFF Lifetime Achievement Awards

Selain hadir sebagai pembicara dalam gala opening UFF 2016, ibu Sisca juga menjadi juri dalam beberapa acara perlombaan yang diadakan di event ini. Ia juga mendapatkan penghargaan UFF Lifetime Achievement Award atas kecintaan dan dedikasinya yang panjang pada masakan Indonesia. Yang paling menarik dan ditunggu-tunggu tentunya sesi kitchen stage yang menghadirkan ibu Sisca sebagai bintang utamanya. 
Ibu Sisca menjadi juri dalam ajang "The Battle of Bebek" di Indus Restaurant

Sesi live cooking ini diadakan pada tanggal 29 Mei 2016 dengan tajuk Kitchen Stage : Sisca Soewitomo Gets Steamy yang mengambil lokasi di Indus Restaurant, Jalan Raya Sanggingan-Ubud. Dalam event ini ibu Sisca mempertunjukkan kebolehannya memasak beberapa hidangan Indonesia yang sederhana tapi menggugah selera. 
bolu kukus gula merah dan bubur sumsum gurih karya ibu Sisca

Salah satunya adalah bubur sumsum gurih dengan topping udang masak sambal terasi. Bubur sumsum mungkin merupakan sajian yang lumrah di Indonesia, tapi di tangan ibu Sisca hidangan sederhana ini bisa jadi sajian yang nikmat. Jika biasanya bubur sumsum memiliki rasa manis dengan siraman sirup gula merah, maka kali ini ibu Sisca mengubah rasanya menjadi asin dan gurih, sebagai pelengkap toppingnya ia membuat udang yang dimasak bersama santan dan sambal terasi. Kebayang kan gimana enaknya bubur sumsum gurih dengan toping udang bersantan yang pedas ?
Bubur sumsum manis dengan siraman saus gula merah
proses memasak bubur sumsum

Udang masak santan dan sambal terasi


Bubur sumsum gurih dengan topping udang santan pedas
Selain itu Ibu Sisca juga mengajari penonton yang hadir bagaimana membuat bolu kukus gula merah yang mengembang cantik dan anti gagal, resep dari kue ini sendiri ada di salah satu buku beliau yang berjudul "Step by Step 85 Resep Kue Indonesia ala Sisca Soewitomo" dan sebagai penutup ia juga membuat kue nagasari pisang. Nagasari adalah salah satu kue tradisional Indonesia, berupa pisang yang dibalut adonan tepung beras dan santan kental kemudian dibungkus daun pisang dan dimatangkan dengan cara dikukus. Hasilnya kue yang manis, lembut, gurih dan creamy, kue ini berhasil menarik perhatian pengunjung yang kebanyakan merupakan wistawan asing. 
Bolu kukus gula merah

Nagasari Pisang masih terbungkus daun

Bagian dalam Nagasari Pisang

Keseruan acara masak bareng ibu Sisca pun harus diakhiri karena akan ada event-event lain yang dilaksanakan di lokasi ini dan tentunya masih banyak event dan spot lain yang sudah menanti dan tak kalah menarik untuk dikunjungi satu per satu.

Bisa menonton Ibu Sisa Soewitomo memasak secara langsung rasanya memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Semoga lain kali bisa bertemu kembali dengan ibu cantik yang satu ini. Sukses selalu dan terima kasih untuk ibu Sisca serta Ubud Food Festival yang sudah memberikan saya kesempatan berpartisipasi dalam ajang tahunan yang istimewa ini. Sampai bertemu lagi di kemeriahan Ubud Food Festival 2017.


Baca selengkapnya