Selasa, 27 September 2016

Pengalaman Seru Masak Bareng Chef William Wongso di Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Siapa sih yang tak kenal nama William Wongso, salah satu pakar kuliner Indonesia yang tersohor tak hanya di dalam negeri  tapi juga hingga ke manca negara. Pengalaman panjang beliau di ranah kuliner telah membawanya berkeliling ke berbagai penjuru dunia guna mengenalkan hidangan-hidangan khas Indonesia. 


Nah hari Minggu kemarin saya merasa beruntung sekali karena mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung aksi beliau memasak dalam sebuah live cooking demo yang diselenggarakan oleh Arsana Bali Restaurant. Arsana Bali sendiri merupakan sebuah restaurant di kawasan Seminyak yang baru buka di awal tahun 2016 dengan mengusung hidangan Indonesia sebagai menu utamanya.

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak


Tak hanya muncul untuk meramaikan industri kuliner di kawasan Seminyak, Arsana Bali juga memfokuskan diri untuk menghadirkan masakan khas Indonesia dengan kualitas rasa dan bahan-bahan terbaik serta penyajian yang istimewa. Dengan sentuhan tangan dingin Chef William Wongso sebagai salah satu pemilik dari restaurant ini tentunya mampu  menjadikan Arsana Bali berada di jajaran restaurant dengan kualitas hidangan yang tak perlu diragukan lagi. 

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak
 Vita Datau, Chef William Wongso dan Grant Wiryadinata

Kembali ke acara live cooking demo kemarin, dalam event ini juga hadir para foodblogger dan foodies instagram yang sudah sangat populer di Bali seperti Foodcious, Foodie God Island dan masih banyak yang lainnya. Sebuah kehormatan tersendiri bagi saya karena bisa bergabung dengan mereka yang selama ini hanya saya kenal via sosial media. 

Dalam acara ini Chef William Wongso menghadirkan lima jenis hidangan, mulai dari appetizer hingga desserts; menu-menu tersebut antara lain sup komoh, rujak kuah pindang, nasi goreng mengkudu, cumi hitam pekalongan dan pisang salju yang merupakan salah satu sajian penutup yang ditawarkan di restaurant ini.

Live Cooking Demo with Chef William Wongso at the Arsana Bali - Seminyak


Sebagai pembuka, chef membuat rujak kuah pindang yang agak berbeda dari rujak kuah pindang pada umumnya. Jika selama ini kita mengenal rujak kuah pindang dibuat dari campuran kuah pindang atau kaldu ikan  yang dihasilkan dari proses perebusan/pengukusan ikan bersama garam dan daun kedondong, maka kali ini rujak kuah pindangnya dibuat dengan menggunakan fish sauce atau kecap ikan. Fish sauce sendiri dihasilkan dari proses fermentasi ikan dan garam yang kemudian di pres untuk mendapatkan sari-sarinya. Menurut chef penggunaan fish sauce dilakukan agar kwalitas bahan-bahan yang dipakai dalam sajian ini lebih higienis. Isian dari rujak ini juga tergolong unik karena tak hanya berisikan buah-buahan seperti mangga muda dan jeruk bali (pomelo) tapi juga dicampur dengan irisan kecipir rebus,  kecombrang, kacang tumbuk  dan daun corriander. Makin membuat aromanya sedap dan kaya rasa. Hasil akhir dari rujak ini sudah bisa ditebak, enak, seger dan aromanya tak sekuat aroma kuah pindang biasa. 

rujak kuah pindang



Selanjutnya chef membuat sup komoh yang merupakan salah satu hidangan khas Bali. Komoh adalah sebutan untuk kuah atau sup bening yang biasanya disajikan sebagai pendamping lawar. Kali ini chef membuat komoh dengan menggunakan bebek, dimana untuk komohnya sendiri hanya dipakai bagian tulang bebeknya saja dengan cara direbus agak lama guna mendapatkan kaldu yang gurih. Sementara daging bebeknya diolah untuk dibuat bakso dengan campuran bengkoang cincang agar mendapatkan texture yang lembut dengan sensasi crunchy. Yang paling menarik dari sajian ini adalah penggunaan kedondong untuk isian soup, daging buah kedondong muda digunakan untuk memberikan rasa asam segar dalam soup komoh. Saya sendiri sama sekali tidak pernah membayangkan untuk memasukkan buah kedondong dalam masakan, biasanya hanya menggunakan daunnya saja untuk proses membuat kuah pindang atau dicampur untuk memberikan rasa asam dalam pepes ikan. Untuk penyajiannya sendiri, chef meletakkan buah kendondong yang diiris memanjang di dalam mangkok saji bersama dengan bakso daging bebek, kemudian diberi siraman kuah komoh dan taburan bawang goreng, seledri serta tak ketinggalan kulit bebek yang digoreng kering. Bagi yang suka pedas disediakan juga irisan cabe rawit untuk menambah lengkap kenikmatan dari sup komoh ini. Musim hujan begini rasanya sup komoh ini benar-benar pas untuk disajikan. 

chef william wongso

soup komoh

soup komoh bakso bebek

Tanpa istirahat, Chef William Wongso langsung melanjutkan untuk membuat hidangan yang ketiga yaitu nasi goreng mengkudu. Awalnya saya kira buah mengkudu yang digunakan untuk membuat nasi goreng ternyata yang dipakai adalah daunnya. Satu lagi hidangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Selain berkhasiat sebagai obat ternyata daun mengkudu juga bisa diolah menjadi masakan dan menurut chef daun ini juga sering digunakan sebagai campuran pepes. Sebelum dicampurkan kedalam nasi goreng, daun mengkudu diiris tipis kemudian digoreng terlebih dahulu. Nasi goreng ini menggunakan bumbu kuning sebagai bumbunya sehingga nasi yang dihasilnya berwarna kuning mirip nasi kuning namun dengan texture lebih kering. Melalui demo ini saya jadi tahu banyak kesalahan yang saya biasa buat ketika memasak nasi goreng, seperti telur harus digoreng dahulu untuk mendapatkan aroma yang lebih wangi sebelum nantinya dicampur kedalam nasi atau udang digoreng sebentar sampai setengah matang lalu minyaknya digunakan untuk menggoreng nasi jadi aroma udang akan terserap oleh nasi. Untuk hasilnya, nasi gorengnya enak dan gurih banget padahal chef sama sekali tidak menggunakan msg didalam masakannya. Satu lagi tips dari chef yaitu untuk selalu mencicipi hidangan yang dibuat secara bertahap sehingga kita bisa tau tahap-tahap rasa yang dihasilkan serta takaran bumbu-bumbu yang harus ditambakan.

bahan-bahan bumbu kuning dan daun mengkudu
nasi goreng mengkudu

Menu keempat yaitu cumi hitam Pekalongan merupakan salah satu resep yang ada dalam buku terbarunya Chef William Wongso yang berjudul Flavors of Indonesia: William Wongso's Culinary Wonders. Penggunaan tinta cumi dalam hidangan ini menjadikan warna bumbu cuminya hitam pekat, alhasil tampilannya jadi tak secantik hidangan-hidangan sebelumnya tapi seperti kata orang bahwa hidangan yang nikmat tak selalu berwujud dalam tampilan yang cantik atau enak dipandang. Keseluruhan bumbu dalam hidangan ini diiris tanpa diulek, dalam deretan bumbunya ada bawang merah, bawang putih, cabe, daun salam, sereh, dan yang paling penting lengkuas. Keseluruhan bumbu dan rempah daun ini ditumis perlahan untuk menghilangkan aroma langu sebelum akhirnya dicampur dengan santan kental. Setelah itu bumbu dan santan dimasak perlahan dengan api kecil agar santannya matang baru kemudian tinta cumi dimasukkan untuk memberi rasa gurih dan warna yang pekat. Air ditambahkan perlahan lalu dimasak hingga kuahnya berkurang sedikit baru cumi dimasukkan dan dimasak lagi dengan api kecil sampai matang. Ternyata penggunaan api besar dan panas yang tinggi bisa menyebabkan cumi mengkerut. Dengan proses memasak yang perlahan ini menghasilkan bumbu-bumbu yang matang sempurna, dengan wangi yang maksimal serta daging cumi yang empuk dan lembut. Memang benar makanan enak tak selalu enak dilihat buktinya si cumi hitam ini, biar hitam tapi rasanya nikmat banget.

Flavors of Indonesia: William Wongso's Culinary Wonders.

cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan


cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

cumi hitam pekalongan

Nah tibalah kita pada menu terakhir, pisang salju yang merupakan kreasi dari Chef Lambok yang juga chef di Arsana Bali. Prinsipnya hidangan penutup ini dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Chef memilih pisang kepok sebagai bahan utama dibanding jenis pisang lain karena pisang kepok dibagian luar dan dalam daging pasti memiliki rasa yang sama-sama manis, berbeda dengan pisang raja yang kadang diluarnya manis tapi didalamnya masih sepet / kelat. Pisang hanya di fan friend hingga bagian luarnya coklat keemasan lalu disajikan dengan siraman sauce berhahan tepung hungkwe dan santan. Nah bagian tricky dari sajian ini adalah takaran pencampuran bahan cair dan tepung agar menghasilkan saus dengan kekentalan yang pas, tidak terlalu kental atau tidak terlalu cair. 

pisang salju

pisang salju

pisang salju

Seluruh undangan yang hadir mendapatkan kesempatan mencicipi semua hidangan yang didemokan, rasanya pulang dari sini perut langsung kenyang dan penuh dengan pengalaman seru serta hal-hal baru, ditambah lagi bisa bertemu dengan chef ternama serta teman-teman yang berpengaruh di dunia foodblogger di Bali pada khusunya. Oh ya selain Chef William Wongso , hadir juga mba Chika Arnan dan suami selaku owner dari Arsana Bali serta mba Vita Datau yang merupakan ketua dari Akademi Gastronomi Indonesia. 

Live cooking demo with chef william wongso at the arsana bali - seminyak


Jika tak ada halangan, kedepannya Arsana Bali berencana untuk melaksanakan kegiatan live cooking demo seperti ini secara berkelanjutan dengan menghadirkan guest chef yang berbeda disetiap eventnya. Sukses selalu untuk Arsana Bali dan Chef William Wongso, terimakasih banyak untuk undangan dan pengalaman seru nya. 

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak

Arsana Bali - Seminyak
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ARSANA BALI - SEMINYAK 
Alila Seminyak. Jl. Taman Ganesha No. 9,
Petitenget, Kerobokan Kelod Seminyak, Bali - Indonesia 80361
Phone : +62-361 3023888
Email :  hello@arsanabali.com

Website : http://arsanabali.com/
Opening Hour : 11 am - 10 pm





 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagikan

Baca Juga

Pengalaman Seru Masak Bareng Chef William Wongso di Arsana Bali - Seminyak
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih