Kamis, 31 Maret 2016

Air Terjun Sekumpul, Keindahan Tersembunyi di Bali Utara

Air Terjun Sekumpul - Bali Utara


Bali selain terkenal dengan pantai-pantainya  yang indah juga memiliki banyak spot air terjun yang menawan. Sebagian besar air terjun ini berada di wilayah Singaraja - Bali Utara. Salah satu yang terindah adalah  air terjun Sekumpul (Sekumpul waterfall). Sesuai dengan namanya air terjun yang satu ini berlokasi di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng atau sekitar 76 km dari daerah Denpasar . 

1 kilometer pertama
Untuk mencapai lokasi air terjun Sekumpul, kita harus berkendara selama kurang lebih satu setengah jam dari daerah Denpasar dengan melewati areal wisata kebun Raya Eka Karya - Bedugul. Sesampainya di lokasi, kita disediakan tempat parkir diatas, atau bisa turun sedikit di parkiran bawah. Disana akan ada pemuda desa setempat yang membantu kita untuk parkir atau bersedia menjadi pemandu menuju ke air terjun. Jika kita membawa mobil lebih baik parkir di atas, di areal jalan raya karena jalan turunan menuju air terjun tidak begitu besar dan lumayan terjal. Tarif parkir yang dikenakan untuk satu unit mobil sebesar Rp. 10.000 (terbilang lumayan murah untuk areal pariwisata)

Perbukitan dan pemandangan ke arah kota singaraja
Dari Parkiran menuju ke air terjun kita harus berjalan sejauh kurang lebih 2,5 km. Tapi bagi pengunjung yang enggan berjalan kaki, kita bisa menyewa ojek yang tersedia disana , tarif ojek sebesar Rp. 20.000 untuk sekali jalan atau Rp. 35.000 untuk pulang pergi. Tapi saya sendiri meutuskan untuk berjalan kaki karena ingin menikmati pemandangan yang hijau dan indah di sepanjang perjalanan turun. Kami baru menyewa ojek ketika kembali naik ke atas karena nafas sudah terengah-engah hehehe. 

terasering
Perjalan di satu kilometer pertama terasa amat menyenangkan, sepanjang jalan sudah di beton dan pemandangannya indah. Hamparan sawah dan perbukitan sangat memanjakan mata, belum lagi pohon manggis dan durian yang kala itu sedang lebat-lebatnya berbuah. Nah medan terjal mulai terasa begitu kita memasuki loket tiket, sebenernya untuk masuk ke areal air terjun ini kita tidak dikenakan biaya tiket masuk tapi hanya dikenakan sumbangan sukarela atau dana punia. Jadi kita bisa memberi bayaran sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita. 


sawah dan bukit nan hijau
Buah manggis yang menghiasi sisi jalan menurun menuju kaki air terjun
Pohon durian yang sedang berbuah disepanjang perjalanan turun
abaikan foto ini
Dari lokasi tiket ini, jalanan mulai terasa semakin terjal. Beberapa anak tangga masih bisa digunakan walaupun sebagian besar sudah rusak dan rata dengan tanah. Sepanjang 500 meter kita akan menuruni tangga dan jalanan yang lumayan curam, bahkan saya tidak bisa berjalan turun tanpa berpegangan pada pengaman tangga atau dahan-dahan pohon. Apalagi langit mulai mendung dan rintik-rintik kecil hujan mulai membasahi yang otomatis membuat jalan semakin licin dan berbahaya. 


Medan menurun mungkin tidak begitu sulit untuk ditaklukkan, tidak berapa lama kita sudah sampai di kaki air terjun. Dibawah sana terdapat sebuah pendopo untuk beristirahat dan juga dua warung kecil yang menjual minuman botolan dan juga mie instant. Begitu sampai dibawah , hujan yang lumayan besar langsung menyambut kedatangan kami, mau tak mau kami harus berteduh sebentar karena mustahil mau jalan-jalan dibawah air terjun ditengah hujan deras apalagi kanan dan kiri dikelilingi dinding bukit yang terlihat mengalami longsor kecil di beberapa titik. 

Perjalanan turun ke kaki air terjun sekumpul
Sekitar 20 menit menunggu, akhirnya hujan mulai reda dan kami-pun melanjutkan perjalanan menyeberangi sungai untuk menuju ke air terjun yang pertama. Di areal ini terdapat total 7 buah air terjun yang tersebar di dinding-dinding tebing oleh karena itu objek wisata ini disebut dengan seven point waterfalls.  

bunga di tepi sungai
Untuk mencapai air terjun yang pertama kita hanya perlu menyebrangi sungai satu kali, sementara menuju ke air terjun yang berikutnya kita harus menyebrangi sungai sebanyak dua kali. Awalnya agak deg-degan dan ragu-ragu mau nyebrang mengingat baru saja hujan turun, dan debit airpun mulai meninggi. Takut kalau tiba-tiba ada banjir di hulu, tapi setelah beberapa lama berkeliling di air terjun pertama, debit air mulai normal kembali walaupun warnanya masih agak kecoklatan. Sudah kepalang tanggung sampai dibawah, rasanya rugi kalau tidak mengunjungi kedua lokasi air terjun. Kami-pun menyebrang pelan-pelan dan menyusuri aliran sungai dengan bantuan tongkat seadanya hingga sampai ke lokasi air terjun berikutnya. 

menyebrangi sungai menuju air terjun kedua
air terjun sekumpul ( kedua)
Puas menikmati keindahan air terjun sekumpul, kami tak mau berlama-lama di bawah takut kalau nanti hujan turun lagi dan medan naik menjadi semakin sulit. Satu persatu anak tangga dan jalanan menanjak licin kami tapaki. Beberapa kali berhenti untuk mengumpulkan nafas dan tenaga. Kali ini bagian naik memang terasa lebih berat dari ketika turun tadi. Penggalan-penggalan nafas mulai terasa tak beraturan, memaksimalkan usaha supaya bisa sampai ke pos tiket. Meskipun butuh waktu agak lama akhirnya kami sampai diatas dan sudah pasti langsung pesan ojek untuk naik ke parkiran. 

air terjun sekumpul ( pertama)
air terjun sekumpul ( pertama)
Usaha dan tenaga yang dibutuhkan untuk mencapai air terjun sekumpul memang terbilang lumayan, tapi saya jamin semua usaha itu akan terbayarkan dengan lunas ketika sampai di kaki air terjun. Tebing nan hijau, perbukitan yang indah serta air terjuan yang menjuntai bak kapas akan setia memanjakan mata selama kita berada di bawah.  

air terjun sekumpul ( pertama)
Bagai permata yang tersembunyi, air terjun Sekumpul memang bisa dibilang sebagai salah satu air terjun terindah yang ada di Bali Utara. Nah bagi kalian yang berkunjung ke Bali jangan lewatkan untuk mengunjungi air terjun ini ya. Dijamin nggak bakal nyesel dengan keindahannya. 

air terjun sekumpul ( pertama)
air terjun sekumpul ( pertama)
air terjun sekumpul ( pertama)
perjalanan naik
Oh ya sebelum berangkat menuju ke lokasi air terjun, di tengah perjalanan kami mampir disebuah warung sederhana di areal Tabanan yang menjual ikan mujair menyatnyat. Hidangan khas Kintamani yang sekarang ini menyebar hampir kesemua wilayah di pulau Bali. Tak salah pilih, warung ini menyediakan paket mujair menyatnyat dengan harga yang sangat terjangkau. Kami hanya perlu membayar Rp. 20.000 untuk satu paket ikan mujair yang sudah dilengkapi nasi, sayur urap, sambel bongkot, kacang tanah goreng, kuah jukut undis dan minuman. Mengisi perut sebelum memulai perjalanan merupakan pilihan yang bijak kan, ibaratnya persiapan cadangan tenaga hihihi. 

Paket Mujair menyatnyat hanya 20k per paket
Warung Bu Ani 3-Tabanan
nasi dengan sayur urap, sambel bongkot dan kacang tanah goreng
mujair menyatnyat

Note:
sebagian besar foto diambil dengan kamera hp jadi mohon maaf kalau hasilnya kurang memuaskan

Bagikan

Baca Juga

Air Terjun Sekumpul, Keindahan Tersembunyi di Bali Utara
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih