Senin, 27 Juli 2015

Tum Ati ( Botok Hati dan Rampela Ayam khas Bali)

Tum Ati ( Botok Hati dan Rampela Ayam khas Bali)

Tum Ati ini merupakan salah satu makanan khas Bali, mungkin jarang dijumpai di warung makan atau resto Bali karena jenis masakan ini cenderung merupakan masakan rumahan. Jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia Tum Ati ini berarti botok hati ayam ( tum = botok/pepes) dan (ati=hati ayam) tidak jauh berbeda dengan botok kebanyakan, sama-sama dibungkus daun pisang dan dimatangkan dengan cara di kukus hanya bedanya tum ati ini menggunakan bubu khas Bali yang biasa disebut dengan base genep (bumbu lengkap). 

Kalau saya sendiri lebih suka ketika selesai dikukus tum ati di panggang sebentar diatas bara api untuk memunculkan aroma asap dan  daun pisang yang  akan memperkaya aroma dan citarasa dari tum ini. Istilah tum lumrah digunakan pada semua jenis botok, selain tum ati ada juga jenis tum lainnya seperti tum be siap ( botok daging ayam), tum nangka ( botok nangka muda), tum bungkil ( botok batang akar pohon pisang) atau tum be celeng ( botok daging babi) dan masih banyak jenis tum lainnya. 

Saya memang jarang sekali memposting resep masakan khas Bali, bukan karena pelit loh ya tapi karena rata-rata masakan Bali menggunakan bumbu genep yang kalau menurut saya agak ribet dibuat dan beberapa bahan-bahannya susah di dapat. Alhasil saya cuman masak hidangan khas Bali pada hari-hari tertentu saja seperti hari Raya Galungan dan Kuningan kemarin itupun bukan menu Bali yang ribet-ribet, hanya membuat lawar kacang dan tum ati ini serta jukut be siap ( ayam berkuah). Lain kali mudah-mudahan saya bisa lebih rajin posting makanan khas Bali ya, hitung-hitung melestarikan hidangan kampung halaman hihihi. 





Tum Ati 
( Botok Hati dan Rampela Ayam khas Bali)


Bahan-Bahan : 
  • 250 gram hati ayam 
  • 250 gram rempela ayam 
  • 4 sdm bumbu bali / base genep (resepnya disini)
  • Daun salam secukupnya
  • Kaldu ayam bubuk secukupnya 
  • 1 butir telur ayam 
  • 15 buah cabai diiris tipis ( sesuaikan selera ya )
  • Bawang goreng secukupnya
  • Daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat : 
  1. Panaskan kukusan 
  2. Cuci bersih hati ayam kemudian potong-potong menjadi 4 atau 6 bagian 
  3. Cuci bersih rempela ayam lalu rendam dengan air jeruk nipis sebentar sambil diremas-remas. 
  4. Bilas rampela hingga bersih kemudian potong-potong menjadi beberapa bagian kecil
  5. Dalam wadah yang agak besar campur hati dan rempela ayam, bumbu bali, kaldu ayam, telur , bawang goreng serta irisan cabai. Aduk hingga tercampur rata. 
  6. Siapkan daun pisang dan potong sesuai ukuran yang diinginkan, seperti ukuran untuk membungkus botok.
  7. Ambil 1 lembar daun pisang, letakkan 1 lembar daun salam diatasnya kemudian beri 2 sdm adonan hati ayam.
  8. Bungkus seperti kita membungkus botok, sematkan lidi atau tusuk gigi agar bungkusnya tidak lepas ketika dikukus. Lakukan hingga semua adonan habis
  9. Kukus semua bungkusan hingga matang, dan daun berubah warna menjadi kecoklatan. 
  10. Saat matang matikan api dan tum ati siap dinikmati
  11. Jika suka, setelah di kukus tum ati ini bisa dipanggang sebentar diatas bara api supaya lebih wangi. 

 
 

Protected by Copyscape Duplicate Content Finder

Bagikan

Baca Juga

Tum Ati ( Botok Hati dan Rampela Ayam khas Bali)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Halo Foodies terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan comment untuk pertanyaan, saran maupun kritik yang membangun. Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung SARA, Kekerasan, judi maupun Pornografi karena tidak akan saya tampilakan disini. Berkomentarlah dengan bijak dan santun. Terimakasih